Tiga Tantangan Penguatan Ekonomi Domestik

Menkop dan UKM Teten Masduki saat menjadi pembicara kunci dalam dialektika bertajuk "UMKM Pahlawan Ekonomi di Masa Pandemi" yang digelar secara daring dari Jakarta, Selasa (8/9/2020). /Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Upaya penguatan ekonomi domestik menjadi kunci utama untuk mempercepat pemulihan dari dampak pandemi COVID-19.

“Saat ini, satu atau dua tahun ke depan kita akan lebih banyak mengandalkan kekuatan ekonomi domestik terutama kekuatan di sektor hulu,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menjadi pembicara kunci dalam Dialektika bertajuk “UMKM Pahlawan Ekonomi di Masa Pandemi?”,  yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa (8/9).

Namun, menurut Teten untuk menjadikan ekonomi domsetik penting ada tiga tantangan yang harus dijawab, yakni lapangan kerja, kebutuhan pangan, dan masalah kesehatan.

Teten menegaskan, penguatan  fondasi ekonomi domestik sangat penting, terlebih selama ini perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik dan belanja pemerintah.

Untuk itu, Ia menekankan juga pentingnya membereskan tata kelola, kelembagaan, termasuk rantai pasok untuk sektor-sektor yang berkontribusi besar bagi ekonomi domestik, terutama pertanian.

“Saya kira penting ekonomi domestik, terutama untuk menjawab tiga isu besar saat ini, yaitu lapangan kerja, kebutuhan pangan, dan masalah kesehatan,” katanya.

Menurut dia, jika kekuatan ekonomi domestik mampu menjawab tantangan tiga isu besar tersebut, maka perekonomian nasional bisa segera dipulihkan.

Di samping itu, Teten juga fokus pada persoalan digitalisasi sektor koperasi dan UMKM, yang disebutnya sebagai solusi di masa pandemi. Ia berpendapat bahwa dari semua UMKM yang masih bisa bertahan selama pandemi, salah satunya adalah yang bisa terhubung dengan marketplace digital.

“Dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2019, penjualan di marketplace digital naik hingga 26 persen, jadi tumbuh luar biasa; terutama produk makanan minuman, kebutuhan pokok, alat sekolah, dan keperluan untuk kesehatan. Dan sayangnya, dari seluruh UMKM, baru 13 persen yang terhubung ke marketplace digital,” katanya.

Untuk itu pihaknya mendorong lebih banyak UMKM masuk ke platform digital, terlebih saat ini tercatat 97 persen wilayah Indonesia telah terakses internet.

Pemerintah, kata Teten, juga menggulirkan sejumlah kebijakan khusus untuk memastikan UMKM tetap bertahan di tengah pandemi COVID-19, di antaranya melalui berbagai program, yakni restrukturisasi pinjaman, bantuan subsidi bunga selama enam bulan, dan subsidi pajak.

Kebijakan terbaru berupa pemberian hibah melalui program Banpres Produktif Usaha Mikro yang diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro sebesar Rp2,4 juta.

Sejumlah program lain juga digalakkan, termasuk memperkuat demand, supply, hingga daya beli masyarakat dan BUMN kepada produk koperasi dan UMKM. (mad)

Comments

comments