Tindaklanjut PPKM Polda Metro Bangun Kampung Tangguh di Zona Merah

Petugas melintas di depan tower tujuh RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19./Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Kepolisian bakal membuat kampung tangguh di setiap kawasan zona merah penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat dampak implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bakal berlangsung 11-25 Januari 2021.

Setidaknya, ada 55 rukun warga (RW) di ibu kota, yang masuk dalam kategori zona sangat berbahaya penularan virus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran telah memerintahkan pasukannya di tingkat Polsek dan Polres untuk membangun kampung tangguh di puluhan RW itu.

“Tadi Kapolda baru saja memerintahkan semua Kapolres. Kamu rapat dengan seluruh Kapolres sejajaran Polda Metro Jaya. Dikasih waktu 55 RW itu hari Senin sudah berdiri kampung tanggug jaya, atau RT Tangguh Jaya,” kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/1).

Soal bagaimana teknis kampung tangguh, Yusri belum menjelaskan detilnya. Hanya saja, intervensi kepolisian ke setiap zona merah lewat pembuatan kampung tangguh tadi itu ditujukan untuk menegakkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona.

Untuk menjamin terealisasinya kampung tangguh dan membantu, Yusri menyebutkan Kapolda dibantu Pangdam Jaya Mayjen TNI Maman Abdurrachman bakal berkantor langsung di Polsek yang berada di zona merah. Di sana mereka juga bakal memonitor langsung kinerja bawahannya dalam mengedukasi masyarakat soal bahaya pandemi.

“Langsung bekerja di situ untuk langsung mengawasi setiap apapun yang dilakukan di Kampung Tangguh untuk bisa bagaimana upaya dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya nanti mulai dari tingkat bawah sampai dengan tingkat Polda untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 yang ada,” imbuh Yusri.

Selama PPKM juga, Yusri menekankan, operasi yustisi bakal dilakukan secara masif. Bukan cuma penegakkan 3 M: Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak, tapi juga intervensi medis dalam soal 3 T: Testing, Tracing dan Treatment.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah menetapkan beberapa kawasan Jawa-Bali untuk PPKM. Tolok ukurnya karena di dua kawasan tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional ataupun 3 persen.

Kemudian, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu sebesar 82 persen, tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu sebesar 14 persen, dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk ICU dan isolasi di atas 70 persen. (rwo)

Comments

comments