Tingkat Kesembuhan Pasien COVID 19 RSPI Sulianti Saroso Tinggi, Ini Rahasianya

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril/Foto:ist

Acuantoday.com, Jakarta – Tingkat kesembuhan pasien COVID -19 di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, di atas rata – rata tingkat kesembuhan nasional bahkan dunia.

Secara kumulatif, per hari ini jumlah pasien yang dirawat mencapai 741 orang,  sedangkan yang sembuh sebanyak 575 orang atau 77,5 persen.

Angka itu lebih tinggi dari tingkat kesembuhan rata – rata nasional (77,3 persen) dan dunia (75,1 persen).

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, mengatakan, hal itu terjadi karena dalam menangani pasien para tenaga medis displin menerapkan prosedur kerja yang ditetapkan.

“Kami membuat protap penanganan pasien COVID 19 sesuai dengan panduan dari Kementerian Kesehatan,” katanya, Senin (19/10).

Selain itu, menurut Syahril, dedikasi para tenaga medis juga menjadi kunci tingginya angka kesembuhan pasien.

Syahril menyebut para tenaga medis di rumah sakit yang dipimpinya bekerja secara “total” dan sangat peduli pada pasien. Mereka bahkan siap bekerja di waktu semestinya libur.

“Dedikasi yang kuat dan integritas mereka juga menentukan keberhasilan” ujarnya.

RSPI Sulianti Saroso mulai menangani pasien COVID 19 pada awal Maret 2020, dengan pasien paling awal tiga orang perempuan asal Depok, Jawa Barat, yang dikenal dengan sebutan pasien 01, 02 dan 03.

Sejak Maret sampai akhir September 2020 terdapat 638 orang pasien yang dirawat. Data menunjukkan, tingkat kesembuhan di bulan Maret sebesar 74,6 persen, April 85,5 persen, Mei 80,2 persen, Juni 90,4 persen, Juli 86,2 persen, Agustus 79,4 persen dan September 77,9 persen.

Jika dirata -rata tingkat kesembuhan mulai Maret Sampai September, sebesar 82,4 persen.

Syahril mengatakan, secara “matematis” tingkat kesembuhan pasien di RSPI Sulainti Saroso seharus lebih rendah dari yang dicapai. Karena pasien yang dibawa ke sana adalah pasien yang tingkat kekritisannya sedang sampai berat.

“Kalau yang ringan – ringan nggak dirawat di sini. Bisa dirawat di tempat lain, misalnya di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet,” katanya. (Yeni)

 

 

 

 

Comments

comments