Tips Mengajari Anak Peduli Kesehatan Sejak Dini

Ilustrasi anak--- sumber foto cdc.gov

Acuantoday.com— Mengajari anak peduli kesehatan adalah tugas para orangtua. Sejak anak usia dini seharusnya hal itu sudah dilakukan para orangtua, tentunya dengan bahasa yang sederhana dan bisa dipahami anak. Melarang pun harusnya disertai penjelasan yang bisa dipahami mereka.

Pilek misalnya, penyakit yang paling sering diderita anak. Anak-anak di bawah usia 6 tahun rata-rata mengalami hingga delapan pilek setahun.

Dibutuhkan kesabaran dari orangtua mengajari anak untuk memahami masalah kesehatan. Rajin mengingatkan anak dan membantu mereka menjalani kebiasaan-kebiasaan baik. Agar efektif, buatlah ajaran Anda ini dengan cara yang menyenangkan.

Mengutip WebMD, beberapa cara yang bisa digunakan orangtua dalam mengajari anak tentang kesehatan.

1.Jadilah Ahli ‘Kuman’

Apakah Anda menyebutnya serangga atau cooties, anak-anak dapat memahami kuman pada level mereka sendiri. Jelaskan bahwa kuman adalah benda kecil yang tidak dapat Anda lihat, meskipun ada di mana-mana. Beberapa bagus; beberapa buruk. Kuman penyebab pilek dan flu dapat menempel di tangan dan masuk ke tubuh saat Anda menyentuh hidung atau mulut.

2.Ajari Cuci Tangan

Mencuci tangan adalah cara terbaik untuk menghentikan penyebaran kuman. Dan itu mudah – cukup gosok tangan selama 20 detik dengan sabun dan air. Tidak harus sabun antibakteri. Tidak harus air hangat.

“Gunakan sabun berwarna atau berbentuk menyenangkan,” kata Emily Hsu, MD, seorang dokter anak di Long Beach, CA. “Anda juga bisa menemukan cat sabun jari yang menghasilkan banyak gelembung.”

Latih anak Anda dengan cara yang benar untuk melakukannya:

Basahi tangan dengan air hangat atau dingin

Matikan air

Ambil sabun

Gosok kedua tangan  hingga berbusa. Rentangkan di antara jari-jari dan di punggung tangan juga

Lakukan ini setidaknya selama 20 detik, lalu bilas

Gunakan handuk bersih untuk mengeringkan tangan

Dua puluh detik mungkin terasa seperti waktu yang lama bagi seorang anak kecil. Agar waktu cepat berlalu mungkin bisa menyanyikan beberapa lagu riang sehingga waktu terasa cepat berlalu. Atau bisa juga mengajak anak menghitung mundur

Juga, ajari mereka kapan mereka harus melakukannya:

Saat tangan mereka kotor

Sebelum mereka makan atau menyentuh makanan

Setelah mereka menggunakan kamar mandi

Setelah mereka batuk ke tangan atau membuang ingus

Setelah mereka meninggalkan taman bermain

Sebelum dan sesudah mereka menghabiskan waktu dengan seseorang yang sakit

“Biasakan mencuci tangan sebelum makan bersama keluarga,” kata Hsu.

3.Gunakan Pembersih Tangan

Terkadang Anda memiliki tangan yang kotor, tetapi tidak bisa ke wastafel mencuci tangan dengan sabun. Latih anak-anak untuk meraih pembersih tangan. Ini tersedia di sebagian besar ruang kelas, dan tabung ukuran travel dapat ditempatkan di ransel anak.

Beberapa merek menggunakan aroma ramah anak agar lebih menarik. Beli jenis yang mengandung alkohol setidaknya 60% untuk membunuh kuman sebanyak mungkin.

Warning! Penting bagi anak-anak untuk memahami bahwa pembersih tangan hanya untuk tangan. Ingatkan selalu. Karena khawatir  semakin menyenangkan tampilannya, anak mungkin tergoda untuk mencicipinya. Ini berbahaya

4.Batuk di siku Anda

“Saya menyebutnya metode batuk vampir,” kata Tempe Chen, MD, spesialis penyakit menular anak di Rumah Sakit Anak & Wanita MemorialCare Miller di Long Beach. “Pada dasarnya Anda batuk ke lekukan siku Anda, bukan tangan Anda. Ini mencegah kuman dari tangan Anda dan menghentikan droplets pernapasan menyebar ke udara. ”

5.Gunakan Tisu

Bagi anak-anak, semuanya adalah tisu – lengan baju mereka, boneka binatang favorit, bantal sofa. Ajarkan menggunakan tisu.

“Kuman bisa terbang 60 hingga 100 mph,” kata Hsu. “Jika Anda membuat video real-time tentang kabut dari batuk atau bersin, Anda akan melihatnya menyebar ke mana-mana.”

Simpan tisu di tempat yang terlihat di sekitar rumah juga di dalam mobil. Berikan kepada anak Anda agar mereka terbiasa bersin dan batuk dengan menggunakan tisu.

6.Berbagi tidak Selalu Peduli

Mainan harus dibagikan, tetapi kuman tidak boleh. Jelaskan kepada anak Anda bahwa berbagi sedotan, cangkir, makanan, garpu, dan sendok dengan orang lain atau teman-temannya berarti menyebarkan kuman. Ini berarti mereka bisa sakit dan begitu pula teman-teman mereka.

7.Ajari Cara Menjaga Diri

Bantu anak memahami bahwa tidur itu penting menjaga tetap sehat. Hal yang sama berlaku untuk makan makanan sehat. Setiap apel, pisang, dan potongan brokoli adalah kemenangan dalam perang melawan kuman.

Chen juga sangat menganjurkan agar vaksinasi flu tahunan rutin dilakukan seluruh keluarga. “Tidak ada yang lebih buruk daripada melihat seorang anak yang sakit yang sebenarnya bisa dicegah,” katanya.***dian

Comments

comments