Tips Mona Ratuliu Mendidik Anak Jaman Now

Keluarga Mona Ratuliu--foto instagram monaratuliu

Acuantoday.com— Lain dulu lain sekarang. Itu juga berlaku dalam pola asuh anak. Anak jaman sekarang cenderung lebih ekspresif dan tak segan mengutarakan pikirannya. Mereka juga berani mendebat orangtuanya jika dianggapnya tidak sesuai dengan pemikirannya. Kondisi ini terkadang menyulitkan orangtua yang masih menggunakan cara-cara lama dalam mendidik anak-anaknya.

Mona Ratuliu misalnya. Karena ketidaktahuannya, pada awalnya dia menerapkan pola asuh jaman dulu atau model pola asuh yang diterimanya dari orangtua, kepada ketiga anaknya— Davina atau biasa disapa Mima, Nezar dan Syanala Kania Salsabila.

Ternyata tidak cocok bahkan justru memicu konflik  khususnya dengan si sulung Mima. Setelah kejadian itu, kata Mona, dirinya pun mengevaluasi kembali caranya mendidik anak yang benar.

foto: instagram monaratuliu

“Kalau dulu apa yang disampaikan orangtua pada anak, si anak mengiyakan atau menurut. Meski tidak setuju dengan orangtua, anak tidak berani membantahnya. Tapi sekarang berbeda. Aku sadar ternyata pola asuh seperti itu kurang bisa diterapkan di masa sekarang,” ungkapnya.

Mereka, kata Mona, hidup di era informasi dan memiliki banyak referensi dan pengetahuan baru berkat kemajuan teknologi saat ini sehingga cara berpikirnya pun berbeda. “Sebagai orangtua jaman sekarang, kita harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi kini. “

“Anak-anak memiliki pemikiran berkat banyaknya informasi yang mereka dapat antara lain dari internet. Mereka menjadi kritis. Sebagian dari kita (orangtua) menganggap anak sekarang suka membantah. Padahal sebenarnya mereka kritis dan tidak segan menyampaikan pendapatnya,” papar wanita kelahiran Januari 1982 itu.

Menyadari kesalahannya, dia pun mengubah pola asuh dan berusaha mencari referensi bagaimana cara mengasuh anak jaman sekarang. Orangtua harus lebih membuka diri dan mau mendengarkan pandangan anak. Intinya adalah mengubah cara berkomunikasi dengan anak.

Dengan adanya komunikasi yang baik, anak akan menjadi terbuka dan mau bercerita tentang apa saja yang dialaminya, diinginkannya atau i pemikirannya tentang sesuatu hal.

Cara ini, katanya akan lebih efektif dan anak merasa nyaman. “Dari komunikasi yang terjalin baik, aku bisa membimbing, mendidik mereka. Misalnya soal kemandirian, rasa tanggung jawab, dll,” tuturnya.

Di sisi lain, kata Mona, dia juga menerapkan aturan-aturan yang harus ditaati oleh anak-anaknya. “Tapi aturan tidak dibuat sepihak (dari orangtua) melainkan juga meminta persetujuan dari anak-anak. Dengan adanya persetujuan maka konsekuensinya mereka pun harus mematuhi,” jelasnya.

Termasuk misalnya, aturan memakai gadget yang baru bisa digunakan setelah belajar atau mengerjakan tugas-tugas sekolah. “Setelah itu mereka bisa menggunakan gadget  tapi sebelumnya izin dulu ke aku atau papanya. Itupun mereka hanya bisa menggunakannya dari magrib hingga jam 8 malam, misalnya, setelah itu tidur,” kata Mona sambil menambahkan, waktu bermain anak-anak bisa lebih longgar ketika weekend. ***dian

 

Comments

comments