Tokyo Bakal Mengakhiri Kondisi Darurat 21 Maret 2021

Staf medis berpartisipasi dalam pelatihan vaksinasi virus corona COVID-19 di Osaka, Minggu (28/2/2021). Foto: Antara/Takayuki Hamai/The Yomiuri Shi/NZ/sa.

Acuantoday.com, Tokyo—Pemerintah Jepang diprediksi bakal mengakhiri keadaan darurat Covid-19 di Tokyo dan sekitarnya 21 Maret, seperti dijadwalkan sebelumnya.

Surat kabar Sankei, Minggu (14/3) melaporkan, Pemerintah diperkirakan membuat keputusannya pada pertemuan dengan para penasihat pada 18 Maret.

Jumlah tempat tidur rumah sakit yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dilaporkan menurun secara bertahap.

Perkembangan itu menjadi pembenaran untuk mengakhiri keadaan darurat sesuai jadwal, kata Sankei, dengan mengutip seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

Pembatasan seperti jam kerja yang lebih pendek untuk restoran dan bar telah membantu mengurangi kasus harian baru di Tokyo menjadi sekitar sepersepuluh dari puncaknya, yaitu 2.520 kasus pada 7 Januari.

Tetapi, jumlah infeksi baru di Tokyo telah meningkat dalam beberapa hari terakhir sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa keadaan darurat mungkin akan diperpanjang.

Ada konsensus yang berkembang di antara pejabat dan penasihat pemerintah, bahwa meskipun keadaan darurat tetap diberlakukan, tindakan itu tidak akan mengarah pada peningkatan lebih lanjut dalam jumlah infeksi, kata Sankei, yang mengutip anggota panel penasihat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

Pemerintah Jepang pada 5 Maret memperpanjang status darurat untuk Tokyo dan tiga prefektur dekat kota itu selama 14 hari.

Pemerintah mengatakan, kasus Covid-19 belum turun cukup jauh dan varian koronavirus baru yang lebih menular menjadi ancaman.

Jepang sedang mencoba mengendalikan kasus virus corona dan menjalankan program vaksinasi dengan baik saat bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas, yang tertunda dan sekarang dijadwalkan dimulai pada 23 Juli.

Jepang sejauh ini mencatat 446.923 kasus virus korona dan 8.573 kematian. (adi)

Comments

comments