Tolak Divaksin Covid-19 Pedagang Terancam Sanksi

Ketua Harian Satgas Covid-19 Pemkot Yogyakarta Heroe Poerwadi. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Ketua Harian Satgas Covid-19 Pemkot Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sedang menyiapkan aturan sanksi bagi yang yang tidak mau divaksin Covid-19.

Hal ini termasuk ribuan pedagang di kawasan Malioboro akan mendapatkan vaksin Covid-19.

Menurutnya, rencananya sanksi akan dimasukkan dalam peraturan daerah atau peraturan wali kota. “Perda akan dibahas. Kalau tidak mau vaksin, untuk sementara mereka harus menunjukan swab antigen tiga hari sekali sata berjualan,” Kata Heroe Poerwadi yang juga Wakil Wali Kota Jogja, seusai memimpin rapat koordinasi vaksinasi lanjutan di Balai Kota Yogyakarta, Senin (22/2/2021).

Ia mengatakan, pemberlakuan sanksi penting agar program vaksinasi berjalan lancar demi kepentingan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Jogja.

Saat ini Pemkot masih fokus melakukan vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) tahap pertama termin kedua yang sudah mencapai 69,96% untuk termin kedua atau pemberian dosis kedua untuk nakes. Kemudian tahap kedua pada Maret nanti vaksinasi akan menyasar aparat dan pelayan publik seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, pelaku wisata, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pedagang serta pedagang kaki lima (PKL).

Dari hasil pendataan, vaksinasi tahap kedua menyasar 37.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribuan adalah pedagang pasar Beringharjo, PKL Malioboro, dan penjaga toko dari mulai Tugu sampai Kraton.

Mereka sudah terdata untuk mendapatkan vaksin pada Senin pekan depan. Pemberitahuan vaksinasi sudah dilakukan melalui komunitas masing-masing. “Tinggal datang kalau saat nanti vaksinasi, kami masih nunggu yang belum daftar, karena masih ada beberapa yang belum daftar,” ujar Heroe. “Kalau dosis vaksinnya sudah tersedia di Dinskes DIY.” (Chaidir)

Comments

comments