Total 2.626 Pelanggaran COVID Terjadi di Pilkada Serentak

Rambu 'Wajib Pakai Masker' terpasang di halte bus di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA/Didik Suhartono/20)

Acuantoday.com, Jakarta– Hasil pengawasan tahapan Pengumutan dan penghitungan suara di Pilkada serentak oleh Badan Pengawasan Pemili (Bawaslu), terdapat ribuan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Tempat Pengumutan Suara (TPS) diseluruh daerah yang menggelar Pilkada pada, Rabu (9/13).

Bawaslu RI mencatat ada 18.668 pelanggaran yang terjadi dari total 122.700 TPS di Pilkada Serentak.
Dari jumlah itu sebanyak 2.626 merupakan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19.

Hasil pengawasan tersebut dilaporkan secara cepat oleh pengawas TPS di seluruh Indonesia melalui Sistem Informasi Pengawasan Pemilu (Siwaslu) Pilkada 2020.

Data yang dirilis oleh Bawaslu RI merinci pelanggaran prokes COVID-19. Yaitu sebanyak 1.454 TPS tidak menyediakan tempat cuci tangan bagi para pemilih sebagaimana diatur dalam aturan Pilkada dimasa pandemi COVID-19.

Selain fasilitas cuci tangan, Bawaslu RI mendapati laporan dari tim pengawasan ada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang positif COVID-19 di 1.172 TPS tetap bekerja.

Selain pelanggaran protokol kesehatan, Bawaslu RI juga menemukan berbagai pelanggaran di Pilkada serentak ini, seperti perlengkapan pemungutan suara yang terjadi di 1.803 TPS.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak terpasang di sekitar TPS terjadi di 1.727 TPS, informasi tentang daftar pasangan calon yang berisi visi misi dan program, serta biodata singkat tidak dipasang sebanyak 1.983 TPS.

Ada juga surat suara tertukar terjadi di 1.205 TPS, surat suara kurang terjadi di 2.324 TPS, pembukaan pemungutan suara dimulai lebih dari pukul 07:00 waktu setempat terjadi di 5.513 TPS dan saksi mengenakan atribut pasangan calon terjadi di 1.487 TPS. (rht)

Comments

comments