Tuntutan Denda Korupsi Jiwasraya Bisa Kembalikan Kerugian Negara

Logo Jiwasraya terpampang pada sebuah gedung di Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta- Tuntutan denda maksimal kepada terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Pemilik PT Maxima Integra Investama sekaligus Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat dinilai mampu mengembalikan kerugian negara.

“Kita tahu ada tuntutan sampai Rp16,8 triliun, ini adalah langkah-langkah untuk mengembalikan kerugian yang dialami oleh Jiwasraya,” ucap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat (16/10).

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) itu, JPU menyatakan bahwa Benny Tjokro telah terbukti menikmati uang sebesar Rp6.078 triliun, sedangkan Heru Hidayat memperoleh keuntungan Rp10,728 triliun.

Arya menilai tuntutan JPU terhadap Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat itu merupakan bentuk keseriusan Kejaksaan dalam memberikan keadilan. Dalam kasus ini, dua terdakwa ini juga dihukum dengan hukuman penjara seumur hidup oleh Kejaksaan atas tindak pidana korupsi yang dilakukan.

“Heru dan Benny Tjokrosaputro saat ini sudah dituntut seumur hidup oleh Kejaksaan, tanpa niat untuk mengintervensi pengadilan ya kita harapkan juga nantinya vonisnya memberikan rasa keadilan bagi rakyat juga,” jelasnya.

Diungkapkan anak buah Erick Thohir ini, hukuman penjara seumur hidup kepada dua koruptor Jiwasraya ini menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam memberantas korupsi di bangsa ini.

“Bagi kami Kementerian bahwa ini adalah langkah sangat positif, dan menunjukkan keseriusan tidak hanya dari kami di Kementerian BUMN, tapi dari sisi aparat hukum. Vonis ini merupakan vonis yang belum pernah terjadi, vonis sampai seumur hidup untuk kejahatan korporasi,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam dakwaan pertama, JPU menyatakan Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro bersama-sama dengan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 2008-2018 Hendrisman Rahim, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan 2008-2014 dan “advisor” PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto melakukan pengaturan investasi dengan membeli saham dan Medium Term Note (MTN) yang dijadikan portofolio PT. AJS baik secara “direct”, dalam bentuk kontrak pengelolaan dana (KPD), reksa dana penyertaan terbata (RDPT) maupun reksa dana konvensional. (rht)

Comments

comments