Ucapan Arya Rusak Soliditas Relawan Jokowi

Ketua LBH Pospera Sarmanto Tambunan (tengah), menyebut ucapan Arya Sinulingga, stafsus Menteri BUMN bisa merusak soliditas sesama relawan Jokowi Foto: Acuantoday.com/ Rohman Wibowo

Acuantoday.com, Jakarta―Selain dituding mencoreng nama baik internal, Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menilai dugaan ujaran fitnah Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN, dianggap merusak soliditas sesama pihak yang mendukung kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Ketua LBH Pospera Sarmanto Tambunan menuturkan, pihaknya sudah mendukung Presiden Jokowi sejak masa pemilihan gubernur, hingga akhirnya ikut menyukseskan dua periode kepresidenan. Selama itu pula, relasi antarrelawan pendukung Jokowi, disebut, belum pernah mengalami gesekan.

“Kami antarrelawan selalu bersama-sama. Tidak ada persoalan selama ini, Tidak saling menggunjingkan,” ujar Sarmanto dalam jumpa pers di Markas Pospera, Jakarta Timur, Senin (9/11).

Dugaan fitnah Arya ke sesama pendukung Presiden Jokowi inilah, yang disayangkan Pospera. Pasalnya, selama ini, relawan Jokowi dari elemen mana pun, tidak pernah menyoalkan latar belakang Arya, termasuk haluan politiknya saat Pilpres 2014.

“Emang dia (Arya) siapa sih di 2014? Dia dukung siapa sih di 2014? Kami tak pernah mengusik,” kata Sarmanto.

Ia berpendapat, ucapan Arya yang memfitnah Komisaris BUMN dari kader Pospera, sebagai penyebab kerugian negara sarat kepentingan, mengingat hanya satu elemen Relawan Jokowi yang dipersoalkan.

Menurutnya, Relawan Jokowi lainnya yang mendapat jatah menduduki komisaris di BUMN, kemungkinan bisa saja kinerjanya tidak maksimal, sehingga memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

“Dari sekian banyak relawan dan elemen lain yang mendapat penugasan oleh bapak Presiden, ya kita gak tau ternyata mungkin ada yang rugi, kenapa gak disebut yang lain?” tanyanya.

“Itu yang menjadi persoalan besar buat. Berarti ada something wrong buat kita. Wah ini memang mau menghancurkan nama baik Pospera,” sambung Sarmanto.

Sebelumnya diberitakan, LBH Pospera bakal melaporkan Arya, lantaran diduga menyebar fitnah dalam media sosial. Ia disangkakan Pasal 27 jo Pasal 28 UU 11/2018, sebagaimana diubah dalam UU 19/2016 tentang UU ITE, dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara.

Ucapan Arya dalam akun grup WhatsApp “Membangun Negeri” pada Kamis (5/11) menyebut “Banyak perusahaan yang komisarisnya Pospera selama 5 tahun pada rugi semua… bikin pusing memang”.

Ucapan itu dibantah, karena BUMN yang dihuni komisaris dari Pospera justru diklaim mendapat laba. Salah satunya, Perum Damri, yang pada 2019 beroleh untung sekira Rp43 miliar. (rwo)

Comments

comments