Uji Materi UU Cipta Kerja ke MK Diajukan Buruh hingga Pelajar SMK

Gedung Mahkamah Konstitusi (MK)./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Judicial review atau uji materi Omnibus Law UU Cipta Kerja diajukan beragam pihak termasuk seorang siswi pelajar SMK Negeri 1 Ngawi, Jawa Timur bernama Novita Widyana. Novita mengajukan permohonan uji materi Omnibus Law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam website resmi MK yang diakses Acuantoday.com, Jumat (16/10/2020), permohonan tersebut bernomor APPP Nomor 2039/PAN-PUU.MK/2020 dan masih tercatat sebagai permohonan awal.

Namun, website resmi MK tersebut tidak menjelaskan legal standing permohonan uji materi secara detil. Selain itu juga latarbelakang pelajar SMK tersebut, termasuk profesi dari orang tua Novita Widyana sehingga bisa ditemukan motif Novita mengajukan permohonon uji materi.

Sejauh ini, MK telah terima 3 gugatan UU Cipta Kerja. Permohonan awal diajukan oleh pekerja lepas Ayu Putri dan karyawan kontrak bernama Dewa Putu Reza dengan nomor tanda terima 2034/PAN.MK/X/2020.

Mereka menggugat ke MK untuk uji materiil terhadap beberapa pasal dalam UU Ciptaker: 79 Ayat (2) huruf b dan Pasal 78 Ayat (1) huruf b klaster Ketenagakerjaan UU Ciptaker, Pasal 59, dan Pasal 156 Ayat (2) dan Ayat (3).

Dalam beberapa pasal itu, mereka mengajukan permohonan uji materi terkait tiga hal, meliputi penghapusan ketentuan minimal dalam memberikan pesangon, serta penghapusan ketentuan istirahat mingguan dan penambahan waktu jam lembur yang mengakibatkan hilangnya perlindungan hukum yang adil bagi para pekerja. Terakhir, soal penghapusan batas waktu perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).(rwo) 

Comments

comments