Ungkap Insiden Kebakaran, Polisi Panggil Pejabat Tinggi Kejagung

Muka gedung Kejagung yang hangus terbakar pada 22 Agustus 2020. Ada dugaan pidana dalam insiden kebakaran 12 jam itu. Kini polisi tengah memeriksa sejumlah saksi dan gelar perkara lagi./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibodo)

Acuantoday.com, Jakarta―Guna mengusut dugaan pidana atas insiden kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Polri kembali memanggil sejumlah saksi dari kalangan internal, salah satunya seorang pejabat tinggi Korps Adhyaksa tersebut.

Namun, siapa pejabata tinggi dimaksud, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo, saat memberikan keterangannya Kamis (1/10), belum bersedia menyebutkannya.

Sebelumnya sudah ada dua pejabat Kejagung yang dimintai kesaksian. Mereka adalah Kepala Sub Direktorat Pengamanan informasi dan Kepala Sub Direktorat Produksi Intelijen, yang tergabung dalam unit Jaksa Agung Muda Intelijen.

Mereka mengetahui kerja-kerja intelijen yang tengah dilakukan Kejagung, termasuk mengurusi kasus korupsi.  

Agenda penyidikan lain hari ini, lanjut Sambo, penyidik bakal melakukan gelar perkara atau dengan jaksa penuntut umum (JPU) di lokasi kebakaran pada pukul 13.00 siang ini. 

“Setelahnya, lanjut melakukan ekspose gelar perkara dengan jaksa peneliti (P16),” ujarnya. 

Perlu diketahui, gelar perkara yang dimaksud sedianya dilakukan pada Rabu (30/9) kemarin. Tetapi, pelaksanaannya batal karena Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mesti mendampingi Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis rapat dengan Komisi III DPR RI.

Dengan begitu, gelar perkara ini bakal jadi yang kedua kalinya sejak pertama kali dilakukan pada 16 September lalu. Saat itu tim penyidik gabungan dari Polri dan Kejagung menyimpulkan adanya dugaan pidana atas insiden kebakaran 12 jam pada 22 Agustus itu.

Kasus pun ditingkatkan ke tahap penyidikan. Unsur pidana yang dimaksud seperti tertuang dalam Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 188 KUHP. 

Pasal 187 KUHP menyebutkan, barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaranterancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal. 

Kemudian, Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh aparat kepolisian. (rwo)

Comments

comments