Ungkap Insiden Penembakan Laskar FPI, Polisi Gelar Rekonstruksi Malam Ini

Ilustrasi - Mobil ambulans membawa jenazah pengikut pimpinan FPI Rizieq Shihab meninggalkan RS Polri Kramat Jati di Jakarta, Selasa (8-12-2020). Jenazah pengikut Rizieq Shihab yang diduga baku tembak di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada hari Senin (7/12) telah selesai diautopsi, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka./Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Acuantoday.com, Jakarta- Bareskrim Polri berencana menggelar rekonstruksi kasus bentrokan antara polisi dengan Laksar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat, yang terjadi baru-baru ini

Gelar rekonstruksi bentrok yang berujung pada penembakan 6 anggota Laskar FPI ini bakal berlangsung Minggu (13/12) malam ini.

“(Rekonstruksi) akan dilaksanakan nanti malam hingga dini hari,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam keterangan tertulis, hari ini.

Kendati begitu, Andi tak membeberkan soal fokus gelar rekonstruksi yang bakal dilakukan malam ini. Baik soal lokasi rekonstruksi atau reka ulang yang sekiranya dilakoni.

Ia hanya menjelaskan, penyidik gabungan dari Bareskrim memulai penyusuran dengan titik kumpul di Polres Karawang. “Rekonstruksi dimulai pukul 23.00 WIB. Ada beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Karawang,” tuturnya.

Insiden penembakan 6 Laskar FPI tengah dalam sorotan publik, menyusul belum terangnya kronologi peristiwa. Saling klaim terjadi di antara polisi dan FPI.

Dalam rilis awal polisi, mereka menyebut 10 anggota Laskar FPI menyerang lebih dulu aparat dengan menodongkan senjata tajam dan senjata api. Atas alasan menyelamatkan nyawa, polisi lantas melepaskan tembakan hingga akhirnya 6 Laskar FPI tewas. Sementara 4 orang lainnya dikatakan melarikan diri.

Sebaliknya, FPI membantah bahwa anggotanya menyerang aparat. Sebab, mereka tidak dibekali senjata apapun. Alih-alih menyerang duluan, justru aparat yang bertindak seolah membahayakan FPI, karena membuntuti mobil mereka.

Sementara itu, polisi mengungkap sejumlah barang bukti yang diklaim memperkuat adanya penyerangan. Di antaranya 1 pucuk senpi rakitan dan 3 amunisi ukuran 9 milimeter; 1 pucuk senpi rakitan dan 14 amunisi ukuran 9 milimeter, 1 pedang ukuran 1 meter; 1 samurai ukuran satu meter; 1 celurit ukuran 60 sentimeter; 1 tongkat kayu berujung runcing ukuran 50 sentimeter; 1 ketapel beserta 10 kelereng. (rwo)

Comments

comments