Ungkap Pembobolan Uang Nasabah Maybank Polisi dengar Keterangan Saksi Ahli

Ilustrasi. Pegawai bank menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Bareskrim Polri bakal memanggil sejumlah saksi ahli guna mengungkap petunjuk baru atas kasus raibnya tabungan atlet e-sport Winda Earl sebesar Rp20 miliar lebih di Bank Maybank.

“Perkembangan terakhir memang, saat ini penyidik sudah dalam proses pemanggilan terkait dengan ahli perbankan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Rabu (11/11).

Pemanggilan saksi ahli ini, diungkapkan Awi, untuk melacak aliran dana, sehingga nantinya terbongkar siapa saja pihak yang terlibat, di luar tersangka A, Kepala Cabang Maybank cabang Kebayoran Arcade.

“Penyidik sedang melakukan tracing aset. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tegas Awi.

Saksi ahli yang akan dipanggil meliputi mulai dari ahli perbankan dari Universitas Trisakti, ahli perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Awi menambahkan, sebanyak 23 saksi termasuk, ayah dan Ibunda Winda Earl yang turut menjadi korban, telah dimintai keterangannya. Langkah ini merupakan bagian dari analisis penyidik dalam mencari petunjuk lain dengan merangkai kesaksian korban atau saksi, sebelum akhirnya analisa dilengkapi lewat barang bukti di TKP. Dalam istilah kepolisian, bagian penyidikan tersebut merujuk teori three angle evidence.

“Penyidikan centralnya itu adalah di TKP, tentunya semua itu akan dikorek keterkaitan antara saksi atau korban, tersangka dan barang bukti,” ujarnya.

Dugaan awal polisi, modus tersangka A mengiming-imingi korban Winda dengan sejumlah keuntungan melalui skema tabungan berjangka.

Namun pada kenyataannya, tidak ditemukan produk bank yang dimaksud alias fiktif. Karena kadung data dan dana sudah masuk, tersangka kemudian seolah membuka rekening palsu, sebelum akhirnya menggasak uang milik korban.

Uang curian itu kemudian diputar lagi oleh tersangka untuk modal investasi dengan teman-temannya.

Atas perbuatan tersangka tersebut, ia dijerat dengan Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(rwo)

Comments

comments