Universitas Johns Hopkins: Kematian Global Akibat Covid 19 Lampaui 1,6 Juta

Petugas medis membawa pasien keluar dari sebuah rumah sakit di New York, Amerika Serikat, pada 8 Desember 2020. (Xinhua / Wang Ying)

Acuantoday.com— Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara yang terdampak Covid 19 paling parah dengan melaporkan 296.656 kematian, atau mencakup 18 persen lebih dari jumlah kematian global.

Kematian akibat Covid 19 di dunia menembus 1,6 juta pada Sabtu (12/12), menurut lembaga Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Universitas Johns Hopkins. Jumlah kematian global itu naik menjadi 1.600.807, dengan total lebih dari 71,4 juta kasus di seluruh dunia hingga pukul 13.26 atau Minggu (13/12) pukul 01.26 WIB, menurut data CSSE.

Amerika Serikat  masih menjadi negara yang terdampak paling parah, dengan 15.939.022 kasus infeksi dan 296.656 kematian, atau mencakup 18 persen lebih dari jumlah kematian global.

Brasil melaporkan 180.437 kematian, sedikit di bawah jumlah kematian AS. Sementara India mencatat jumlah kematian tertinggi ketiga di dunia sebanyak 142.628 dan beban kasus tertinggi kedua sebesar lebih dari 9,8 juta.

Negara-negara dengan lebih dari 50.000 korban jiwa meliputi Meksiko, Inggris, Italia, Prancis, dan Iran.

Kematian global akibat Covid 19 mencapai rekor suram 1 juta pada 28 September, dan sejak itu bertambah dalam laju yang lebih cepat dari sebelumnya.

Perkiraan model terbaru dari Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan di Universitas Washington memproyeksikan total 502.256 kematian akibat Covid 19 di AS hingga 1 April 2021, berdasarkan skenario proyeksi saat ini.***dian/xinhua/ant

Comments

comments