Universitas Kabul Diserang, 22 Orang Tewas

lustrasi--Mahasiswa berjalan menuju sebuah kendaraan polisi setelah mereka diselamatkan dari lokasi penyerangan di American University of Afghanistan di Kabul, Afganistan, Kamis (25/8/2016)/Foto:Reuters/Mohammad Ismail

Acuantoday.com, Kabul– Serangan bersenjata terjadi di Universitas Kabul, Afganistan, menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk beberapa mahasiswa di ruang kelas, Senin waktu setempat.

Kelompok garis keras ISIS menyatakan berada di balik serangan itu.

Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, menyebut serangan itu sebagai “tindakan teror yang tercela”.

Ghani, yang pernah mengajar di universitas tersebut, mengumumkan hari berkabung nasional untuk menghormati para korban.

Ia juga menyampaikan “belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada bangsa” dan keluarga para korban. “Serangan hari ini membuat kita berduka.”

Kementerian Kesehatan Afganistan menyatakan, tiga penyerang menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk sejumlah mahasiswa, dan melukai 22 lainnya sebelum pasukan keamanan Afghanistan menembak mati orang-orang bersenjata itu.

Serangan tersebut diklaim oleh ISIS, menurut Amaq, kantor berita milik kelompok garis keras itu.

Amaq menyebutkan orang-orang bersenjata menargetkan acara di universitas tersebut yang diadakan untuk menandai akhir suatu kursus pelatihan.

Foto-foto yang dibagikan oleh seorang pejabat tinggi pemerintah memperlihatkan beberapa mahasiswa tewas terbaring di ruang kelas, beberapa meninggal di samping buku mereka. Dalam foto, seorang mahasiswa tampaknya ditembak saat dia memanjat keluar jendela.

“Mereka menembaki setiap mahasiswa yang mereka lihat … Mereka bahkan menembaki para mahasiswa yang sedang lari menyelamatkan diri,” kata saksi mata Fathullah Moradi kepada Reuters.

Kelompok gerilyawan Taliban mengeluarkan pernyataan mengutuk dan menyatakan sama sekali tidak terlibat dalam serangan terbaru itu.

Serangan pada Senin merupakan yang kedua kalinya terjadi terhadap sebuah lembaga pendidikan di ibu kota Afghanistan, hanya dalam waktu seminggu.

Pada 24 Oktober, seorang pengebom bunuh diri menewaskan 24 orang, termasuk beberapa pelajar remaja, di sebuah pusat pendidikan di Kabul. ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, tanpa memberikan bukti.

Kekerasan telah melanda Afghanistan ketika para juru runding pemerintah dan Taliban melakukan serangkaian pertemuan di Qatar dalam upaya membuat kesepakatan perdamaian. Kekerasan juga berlangsung pada saat Amerika Serikat membawa pulang pasukannya.

Dalam sebuah unggahan di Twitter, Istana Kepresidenan mengumumkan satu hari berkabung pada Selasa, bendera Afghanistan akan dikibarkan setengah tiang di negara itu dan di kantor-kantor diplomatiknya di seluruh dunia. (Yuni/Antara/Reuters)

Comments

comments