Upah Buruh Minimum 2021 Tidak Naik, PPP Angkat Bicara

Sejumlah buruh berjalan keluar dari pabrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/6/2020). Kementerian Ketenagakerjaan meminta para pengusaha merekrut kembali pekerja atau buruh yang terkena PHK dan dirumahkan akibat pandemi COVID-19 dengan harapan dapat mengurangi angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja baru../Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengakui, sejauh ini pemerintah sudah memberikan banyak program-program bantuan kepada masyarakat Indonesia selama pandemi Covid-19. 

“Banyaknya program mulai dari pembagian sembako, insentif UMKM insentif kepada pekerja‎,” Ketua DPP PPP Lena Maryana Mukti kepada wartawan, Sabtu (31/10).

Hal itu disampaikan Lena menanggapi penolakan Serikat buruh soal keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah yang tidak menaikan upah minimum 2021. 

Lena meyakini keputusan Pemerintah terkait upah minimum 2021 ini sudah melalui pertimbangan matang.

Pemerintah, kata Lena tidak mungkin meninggalkan rakyatnya saat pandemi Covid-19. 

“Kebijakan yang diambil pemerintah pasti diperhitungkan dengan matang dengan sebaik-baiknya. Negara tidak akan menelantarkan rakyatnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah lewat Menaker Ida ‎Fauziyah menerbitkan surat edaran yang isinya adalah mengatur tentang penetapan upah minimum 2021 di masa pandemi Covid-19. 

Dalam surat edaran tersebut disebutkan gubernur diminta menyesuaikan penetapan nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. (rht)

Comments

comments