Urus Izin Pendirian Klinik, Anak Mahfud MD “Dipermainkan”

Acuantoday.com, Jakartra – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menceritakan anaknya, dokter, pernah dipermainkan oleh pegawai pelayanan publik ketika mengurus izin pendirian klinik.

“Dia datang ke Depnaker di satu tempat. Jadwal pelayanan dibuka pukul 08.00 sampai 11.00 ,” kata Mahfud dalam acara peluncuran aplikasi umum Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Jakarta, Selasa (27/10).

Lebih lanjut, Mahfud MD mengisahkan, anaknya datang pukul 08.00 berharap pukul 10. 00 pengurusan izin sudah rampung. “Karena ia harus mengajar pukul 10 00,” katanya.

Rupanya sampai pukul 10.00 pejabat yang berwenang belum datang.Anak Mahfud MD pun bertanya kepada pegawai di sana, mengapa pejabat belum datang. Jawaban yang di dapat, “Ya, belum datang.”

Mahfud mengatakan, anaknya tidak menunggu pejabat itu datang, memutuskan untuk mengurus keseokan hari.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, anak Mahfud datang tepat pukul 11.00. Namun, pejabat yang dicari tidak ada.

Lalu ia bertanya kepada pegawai di kantor itu, apakah pejabat yang dimaksud tidak datang.

“Pegawainya menjawab pejabat itu tadi sudah datang tetapi sudah pulang lagi,” kata mantan menteri pertahanan itu.

Mahfud menegaskan, apa yang dialami anaknya tidak akan terjadi seandainya sudah ada aplikasi umum Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Mahfud menambahkan pemerintah harus menciptakan sistem kearsipan dan sistem aplikasi SPBE (e-government) agar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat.

“Kalau birokrasinya lelet, biar dia cari di komputer saja. Nanti siapa pegawai yang enggak benar kerjanya, ‘kan ketahuan. Di masa depan, e-government menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan,” ujarnya. (Tika/Antara)

Comments

comments