UU Cipta Kerja, Menko Perekonomian: Banyak Hoaks Beredar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Jakarta./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Pemerintah memastikan UU Cipta Kerja menjadi menjadi solusi menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

Oleh karena itu, masyarakat utamanya kelompok buruh dan mahasiswa tidak terpancing pada isu-isu yang berkembang dan kesimpangsiuran informasi tidak benar alias hoaks terkait keberadaan UU Cipta Kerja.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan UU tersebut ditujukan untuk menyederhanakan, menyinkronkan, dan memangkas regulasi yang menghambat penciptaan lapangan pekerjaan.

“Banyak hoaks beredar tentang ketenagakerjaan. Saya tegaskan, upah minumum tidak dihapuskan tetapi tetap, dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” jelas Airlangga dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/10).

Ia menjelaskan ada 2,92 juta anak muda yang membutuhkan lapangan pekerjaan apalagi di tengah pademi COVID ini kebutuhan atas lapangan kerja baru sangat mendesak.

Sementara sebanyak 80 persen pekerja pendidikannya menengah ke bawah dan 39 persen adalah SD. Oleh karena itu, UU Cipta Kerja sangat penting agar sektor padat karya lebih dibuka lebar.

“UU diharapkan menjadi solusi menciptakan lapangan kerja baru dengan tetap memberikan perlindungan pada UMKM dan koperasi serta meningkatkan perlindungan para pekerja dan buruh,” katanya.

Airlangga menyatakan ketersediaan lapangan pekerjaan merupakan tantangan untuk mencapai target Indonesia yang saat ini telah berada pada golongan upper middle income country untuk lolos dari middle income trap.

“Tentu tantangannya adalah terciptanya lapangan kerja bagi angkatan kerja yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Indonesia beserta efektivitas UU Ciptaker dalam menciptakan lapangan pekerjaan akan menjadi golden moment dalam meraih target tersebut.(har)

Comments

comments