Vaksin Covid 19 Amankah untuk Ibu Hamil?

Ilustrasi vaksinasi---foto pixabay

Acuantoday.com— Amankah Vaksin Covid 19 untuk ibu hamil? Ini menjadi pertanyaan banyak orang. Karena ketika pemerintah sudah mulai melakukan vaksinasi nantinya, orang jadi bertanya-tanya bagaimana peluang ibu hamil ataupun ibu menyusui.

Sebagian orang menganggap bermasalah. Meskipun sebenarnya belum ada uji pada mereka. “Tidak ada data, meskipun secara ilmiah, kami pikir sangat tidak mungkin memiliki efek berbahaya,” asisten profesor ilmu kebidanan, ginekologi dan reproduksi di University of California, San Francisco, Dr. Stephanie Gaw, seperti dikutip dari Livescience.

Hal ini karena vaksin yang dikembangkan Pfizer, BioNTech dan Moderna tidak mengandung Virus Corona, melainkan mengandung molekul atau disebut mRNA yang tidak dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh.

Dari sisi risiko, Ketua Departemen Ginekologi dan Kebidanan di Emory University School of Medicine di Georgia, Denise Jamieson mengatakan, risiko tertular Covid 19 saat hamil kemungkinan lebih besar daripada risiko potensial dari vaksin.

Penelitian menunjukkan, kehamilan dapat meningkatkan risiko Covid 19 yang parah, masuk ICU dan kematian akibat virus, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Menurut Jamieson, orang harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk mempertimbangkan pro dan kontra vaksinasi selama kehamilan dan memutuskan segera mendapatkan vaksinasi atau menunggu lebih banyak data (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) berencana melakukan survei pada wanita hamil yang menerima vaksin).

Pertimbangan

Vaksin Covid 19 yang diizinkan untuk penggunaan darurat tidak mengandung virus apa pun, melainkan mRNA yakni sebuah molekul yang berisi instruksi untuk membangun protein spesifik.

“mRNA hanyalah potongan informasi genetik yang dikirimkan ke sel Anda sendiri. Begitu berada di dalam tubuh, vaksin mRNA menginstruksikan sel untuk membangun protein yang memicu respons kekebalan yang melatih tubuh untuk mengenali virus corona jika tubuh menemuinya di masa mendatang,” kata Jamieson.

“Karena bekerja secara lokal, kemungkinan tidak berdampak pada janin,” sambung dia yang juga menuturkan mRNA tidak dapat menyebabkan infeksi.

Penelitian pada tikus yang dilakukan Moderna mengisyaratkan vaksin Covid 19-nya aman sebelum dan selama kehamilan hewan pengerat itu.

Data yang diserahkan ke FDA menunjukkan, pemberian vaksin kepada tikus sebelum kawin atau selama kehamilan tidak mengubah sistem reproduksi mereka, mempengaruhi perkembangan embrio atau janin, atau mengganggu perkembangan bayi tikus setelah lahir.

Gaw menuturkan, bagi manusia, vaksin memang membawa risiko efek samping ringan, seperti nyeri saat melihat infeksi, bengkak, atau demam.

Salah satu gejala yang harus diwaspadai selama kehamilan khususnya adalah demam setelah vaksinasi, karena demam tinggi dapat meningkatkan risiko keguguran. Jika demam memang terjadi, obat penurun demam acetaminophen aman dikonsumsi selama kehamilan.

Secara umum, jika seseorang diketahui memiliki alergi terhadap salah satu bahan vaksin, mereka tidak boleh menerima vaksin. Meski para ilmuwan menduga vaksin Covid 19 aman digunakan selama kehamilan, hal ini juga masih perlu dikonfirmasi.

Beberapa uji klinis pada orang hamil diharapkan dimulai pada Januari, ungkap The New York Times. Hanya uji klinis yang dapat menjawab pertanyaan apakah vaksin Covid 19 lebih atau kurang efektif pada orang hamil dibandingkan dengan populasi umum.

Sistem kekebalan berubah selama kehamilan untuk mencegah tubuh menolak janin yang sedang tumbuh, tetapi tidak diketahui apakah atau bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi seberapa baik vaksin Covid 19 bekerja pada berbagai tahap kehamilan.

Yang harus Anda tahu soal efek samping vaksin Covid-19

Sementara ini, baru ada penelitian pendahuluan tentang efek samping keamanan vaksin Covid 19 dari Pfizer dan Moderna. Namun secara keseluruhan, vaksin Pfizer dikatakan aman, begitu juga dengan vaksin dari Moderna yang menunjukkan tidak ada masalah keamanan yang serius.

Meskipun demikian, seperti vaksinasi lainnya, Anda dapat mengalami beberapa efek samping dari vaksin Covid 19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menyebut efek ini antara lain: nyeri dan bengkak di lokasi suntikan, demam, menggigil, lelah dan sakit kepala.

“Efek samping vaksin Covid 19 lainnya mungkin termasuk nyeri otot dan nyeri sendi, Dari apa yang kami ketahui, sebagian besar efek samping kemungkinan besar akan muncul dalam satu atau dua hari pertama setelah menerima vaksin, tetapi mungkin berpotensi muncul kemudian,” kata wakil presiden program farmasi dan layanan diagnostik di ZOOM+Care, Thad Mick, Pharm seperti dilansir dari Shape.

Jika efek samping ini disebut sangat mirip dengan gejala Covid 19, itu karena pada dasarnya memang demikian. Vaksin tersebut merangsang sistem kekebalan untuk melawan virus, menurut dokter anak di California, Richard Pan.

Dia menegaskan, hal itu tidak berarti vaksin Covid 19 dapat memberi Anda Covid 19 karena mRNA dari vaksin tidak secara permanen mempengaruhi sel Anda.
Sebaliknya, mRNA itu hanyalah cetak biru sementara dari lonjakan protein yang terletak di permukaan virus.

“Cetak biru ini sangat rapuh, oleh karena itu vaksin harus disimpan dalam suhu yang sangat dingin sebelum digunakan,” kata Pan.

Tubuh pada akhirnya menghilangkan cetak biru itu setelah Anda divaksinasi, tetapi antibodi yang Anda kembangkan sebagai respons akan tetap ada.

CDC menyatakan perlu lebih banyak data untuk mengkonfirmasi berapa lama antibodi yang dibangun dari vaksin Covid 19 akan bertahan.***dian/ant

Comments

comments