Vaksin Nusantara Bermula Dari Perintah Lisan Jokowi

Acuantoday.com, Semarang – Sejumlah anggota Komisi IX DPR hari ini, Selasa (16/2) berkunjung ke Rumah Sakit Karyadi, Semarang, untuk mengetahaui kelanjutan pengembangan vaksin covid 19 yang diberi nama Vaksin Nusantara (Vaknus)

Vaknus, mulai dikembangkan September tahun lalu, saat ini sudah sampai tahap uji klinis fase kedua. Vaknus adalah vaksin berbasis sel dendritik  yang sebelumnya  telah dikembangkan oleh  AIVITA Biomedical Inc di California, Amerika Serikat.

Inisiator Vaknus, Terawan Agus Putranto, mengatakan, bila lolos semua tahap uji klinis dan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaknus akan diproduksi secara masal.

“Bisa diproduksi hingga 10 juta dosis per bulan,”  kata mantan Menteri Kesehatan  itu.

Terawan juga mengatakan, Indonesia harus mampu memproduksi vaksin Covid-19.

“Kita harus punya kemampuan mandiri untuk membuat vaksin yang platformnya individual,” ujarnya.

Pengembangan Vaknus melibatkan peneliti dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Diponegoro Semarang dan RSPAD Gatot Soebroto  Jakarta.

Vaknus direkayasa aman untuk segala usia, mulai dari anak-anak (dibawah 17 tahun) sampai usia diatas 60 tahun. Juga aman untuk orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Menurut mantan Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, Andi, pengembangan Vaknus bermula dari perintah lisan Presiden Jokowi ke Terawan Agus Putrato saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

“Waktu itu Pak Terawan diperintah Presiden Jokowi untuk mendapatkan menvaksin COVID-19  yang aman bagi anak – anak dan  pasien COVID-19 yang punya penyakit penyerta,”  katanya.

Andi memaparkan, Presiden Jokowi memberi perintah pada Agustus 2020 dan satu bulan kemudian Terawan membentuk  tim untuk mengembangkan Vaksin Nusantara.

“Seperti kita tahu, hari ini Vaksin Nusantara sudah sampai uji klinis tahap kedua,” katanya. (Bram)

 

Comments

comments