Vaksin Sinovac Mendekati Kadaluarsa, Distribusi Diminta Lebih Prima

Pemeriksaan botol vaksin Sinovac Biotech di Beijing, China, 24/9/2020./Foto:Reuters/Thomas Peter

Acuantoday.com, Jakarta- Wakil Ketua DPD RISultan B Najamudin mengingatkan Menteri Kesehatan (Menkes) untuk memastikan vaksin Sinovac sampai kepada seluruh unit pelayanan yang ada di Indonesia, mengingat vaksin tahap pertama akan kadaluarsa pada 25 Maret 2021, hingga segera melakukan vaksinasi secara cepat dan masif.

“Jika Menkes tidak prima untuk mendistribusikan vaksin hingga ke daerah pelosok, terpencil, hingga terluar Indonesia, maka vaksin kadaluarsa akan sia-sia tidak bisa dimanfaatkan. Maka, untuk memaksimalkannya penting dari pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan baik,” kata Sultan Najamudin lewat keterangan tertulis, Sabtu (13/3).

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menyadari, bahwa kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan serta ketersediaan industri rantai dingin (cold chain) masih sangat minim, hingga hal ini menjadi Kedua tantangan tersendiri dalam pendistribusian vaksin.

Pria yang akrab dipanggil SBN itu menuturkan, skema distribusi vaksin harus tepat sasaran dan mempertimbangkan skala prioritas. Bahwa prioritasnya harus disesuaikan dengan daerah penerima, serta klaster masyarakat yang akan mendapatkan vaksin Covid-19.

“Harus ada skala prioritas serta spesimen khusus terhadap pendistribusian Vaksin. Agar tiap tahap vaksin yang datang dapat tepat waktu dan tepat sasaran,” ucapnya.

Senator muda ini melanjutkan, kesiapan serta kesigapan kita dalam menghadapi bencana apapun akan menjadi tolak ukur profesionalisme dalam birokrasi.

“Generasi kita memang tidak punya pengalaman subjektif terhadap penanganan bencana kemanusiaan dalam bentuk Pandemi. Tapi cara kita dalam menyikapinya akan menunjukkan sejauh mana kualitas birokrasi pemerintah kita,” jelasnya.

Ini berbanding lurus. Dan Pandemi Covid-19 telah mengajarkan banyak hal yang mesti kita evaluasi sebagai bahan kedepan, terkhusus cara hidup bernegara kita,” tutup Sultan Najamudin.(rht)

 

Comments

comments