Vietnam Segera Produksi  Vaksin COVID 19 Dalam Negeri

Para buruh bekerja di jalur perakitan untuk memproduksi ventilator di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di pabrik Vsmart Vingroup diluar Hanoi, Vietnam, Senin (3/8/2020). Foto/Reuters/Kham

Acuantoday.com Hanoi – Vaksin COVID-19 yang dikembangkan di Vietnam, Nanocovax, diperkirakan akan tersedia pada kuartal keempat tahun. Kementerian Kesehatan Vietnam menyebutkan, vaksin itu  dapat digunakan tahun depan.

“Pembendungan pandemi sangat bergantung pada pengembangan vaksin,” demikian pernyattan  Kementerian Kesehatan, Rabu (17/3).

Sejauh ini, Vietnam telah bergantung pada vaksin AstraZeneca dan sejak memulai vaksinasi pada 8 Maret lalu, lebih dari 20.000 orang telah diinokulasi.

Seorang pejabat kementerian mengatakan Selasa bahwa tak ada rencana untuk menghentikan penggunaan vaksin tersebut, usai sejumlah negara Eropa menunda penyediaannya terkait laporan penggumpalan darah.

Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long  Rabu kemari mengatakan, 1,3 juta dosis vaksin AstraZeneca akan tiba di Vietnam pada akhir Maret dan akan didistribusikan di seluruh negeri.

Vietnam juga tengah berdiskusi terkait pembelian vaksin dari Pfizer-BioNTech, Moderna, Johnson & Johnson dan pembuat vaksin Sputnik V Rusia, kata menteri, menambahkan bahwa kesepakatan mungkin dapat dicapai untuk mengamankan 30 juta dosis vaksin Pfizer tahun ini.

Pemerintah sebelumnya telah mengatakan akan memperoleh total 150 juta dosis vaksin, termasuk melalui pembelian langsung dari para produsen dan melalui skema berbagi vaksin COVAX.

Vietnam telah mendapatkan pujian global terkait rekornya dalam menahan penyebaran virus dalam periode yang lama tahun lalu melalui tes massal, pelacakan, serta karantina yang ketat, meski akhir-akhir ini telah menghadapi lonjakan kembali dalam angka infeksi.

Negara itu telah mencatat 2.560 kasus COVID-19, dengan sekitar 60 persen transmisi lokal. Hanya 35 kematian dilaporkan akibat virus itu. (Bram/Ant/Reuters)

Comments

comments