Walikota Yogya Gagal Disuntik Vaksin COVID-19, Ini Penyebabnya

Walikota Yogya, Haryadi Suyuti. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Kota Yogyakarta menggelar vaksinasi COVID-19 pertama di Rumah Sakit Pratama mulai pukul 09.30, Jumat (15/1/2021). Ada 24 nama yang diajukan untuk vaksinasi dari Forkompimda Kota Yogyakarta, perwakilan tokoh-tokoh agama dan organisasi profesi tenaga medis.

Forkompimda yang terdaftar mendapatkan vaksin Covid-19 di antaranya Walikota Yogyakarta, Wakil Walikota Yogyakarta, Kapolresta, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Yogyakarta dan beberapa perwakilan tokoh agama di Kota Yogyakarta.

Namun sayang pada kegiatan tersebut Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti gagal menerima suntikan vaksin Covid-19. Selain Haryadi, 14 dari 24 pejabat lainnya juga tidak mendapatkan suntikan vaksin setelah dinyatakan tidak memenuhi persyaratan kesehatan.

“Saya tidak bisa divaksin bersama dengan Kajari, Pak Gatot karena ketika verifikasi secara kesehatan tidak memenuhi untuk diberikan vaksin ini,” kata Haryadi wartawan setelah dinyatakan tidak bisa disuntik vaksin.

Haryadi mengaku sedih karena tidak bisa divaksin. Sebab sejumlah rekannya yang lain dari unsur Forkompinda telah mendapat suntikan vaksin.

Ia mengatakan vaksin merupakan satu upaya yang tepat untuk menekan dan terhindar dari Covid-19. “Sedih karena tidak bisa disuntik. Karena teman yang lain kan dapat dan itu merupakan sesuatu yang membawa kebaikan di masa pandemi ini,” ujarnya.

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa jika kondisi kesehatan telah memungkinkan dirinya bersama sejumlah pejabat lain akan mendapat suntikan vaksin pada tahap selanjutnya.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga protokol kesehatan (Prokes).

Meskipun program vaksinasi Covid-19 telah dimulai, hal itu bukan menjadi alasan agar tidak menjalankan Prokes secara optimal.

“Pemberian vaksin jangan sampai kemudian menjadi abai terhadap Prokes. Itu yang perlu digaris bawahi. Tidak berarti habis ini yang habis divaksin langsung tidak Prokes. Kami nyatakan bahwa kami melaksanakan dengan sungguh-sungguh Prokes, kami akan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaannya,” ujarnya.

Orang nomor 1 di Kota Yogya ini juga berpesan kepada masyarakat luas agar menyukseskan program vaksinasi ini, karena vaksin yang beredar sudah dinyatakan halal dan teruji keamanannya oleh instansi terkait.

“Kepada yang divaksin agar pro aktif supaya menyampaikan kondisinya setelah divaksin. Dinkes juga sudah saya suruh untuk buatkan hotline dan bisa dengan responsif nanti. Jadi jangan lagi ada polemik terhadap program vaksin ini,” katanya.

Ketua Satgas Harian Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, setelah diawali para Forkompimda, vaksinasi Covid-19 menyasar para tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta mulai 22 Januari 2021. Dia menyebut total ada sekitar 9.800 tenaga kesehatan di Kota Yogyakarta. Tapi yang memenuhi syarat untuk divaksin Covid-19 sekitar 4.578 tenaga kesehatan.

“Kami akan lakukan vaksinasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang memenuhi syarat pada 22 Januari 2021. Kalau mereka memenuhi syarat divaksin semua,” ujar Heroe.

Fasilitas layanan Kesehatan di Kota Yogyakarta yang ditunjuk untuk melayani vaksinasi Covid-19 adalah 18 puskesmas, 7 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 4 RS non rujukan Covid-19 yakni RSUD Jogja, RS Pratama, RS Panti Rapih, RS Bethesda, RS PKU Muhammadiyah, RS Siloam, RS Bethesda Lempuyangwangi, RS Ludira Husada, RS Hidayatullah, Klinik Biddokkes dan Polres. “Vaksinator atau tenaga kesehatan yang melaksanakan vaksinasi tahap pertama ada 46 orang. Tahap kedua ada 27 orang sehingga total ada 73 orang. Vaksinator sudah dilatih untuk vaksinasi Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan Kota Yogyakarta sudah menerima vaksin Covid-19 sebanyak sekitar 9.800 dosis pada Rabu(13/1). Vaksin disimpan di instalasi farmasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. (Chaidir)

Comments

comments