Walikota Yogya: Tidak Pakai Masker, Keluar dari Malioboro!

Gate zonasi Malioboro bagian barat

Acuantoday.com Yogya – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan melakukan pengawasan super ketat di kawasan Malioboro saat memasuki libur panjang Natal dan Tahun Baru ini.

Di sepanjang jalan pusat keramaian yang menjadi ikon Yogyakarta ini telah dipasangi gate zonasi yaitu alat pemeriksaan otomatis untuk mengukur temperatur suhu tubuh para pengunjung Malioboro. Dengan demikian penyebaran Covid 19 dapat terpantau dan terkendali.

Dari pantauan koresponden Acuantoday.com, Sabtu (19/12/2020), seluruh gate zonasi di Malioboro baik bagian barat maupun timur belum difungsikan. Hal ini disebabkan belum adanya aliran listrik yang tersambung. Setiap gate zonasi lebih banyak dimanfaatkan wisatawan untuk berfotoria dengan keluarganya.

Gate zonasi Malioboro bagian timur

Sementara itu Kepala UPT Malioboro, Ekwanto menjelaskan terdapat delapan gate zonasi di empat zona, melingkupi zona satu di depan Hotel Ina Garuda hingga zona empat yang terletak di Pasar Beringharjo. Keberadaan gate zonasi menggantikan petugas Jogoboro yang sebelumnya melakukan pemeriksaan suhu dan Kode QR. Namun diakui, setelah diujicobakan sepekan terdapat sejumlah masalah ditemui dalam pengoperasian gate zonasi.

Menurutnya, kendala paling kentara muncul dari sumber arus listrik. Belum adanya sumber listrik memaksa gate zonasi dioperasikan hanya berenergikan power bank. “Scanner suhu kemarin baru uji coba dan masih menggunakan arus dari power bank, ini masih berproses untuk sumber listriknya. Kalau sudah ready listriknya segera kita pasang lagi,” kata Ekwanto.

Alat pemeriksaan suhu memang dilepas kembali pasca uji coba sampai menunggu instalasi listrik yang cukup memadai. Sebenarnya, pemeriksaan suhu melalui gate zonasi memiliki banyak keunggulan. Ekwanto menyebutkan jika dalam pemeriksaan suhu pengunjung lebih dari 37,3 derajat maka alarm dalam gerbang akan berbunyi mengeluarkan suara sirine.

Gate zonasi, kata Ekwanto juga mampu mengecek apakah pengunjung telah mengenakan masker. Sama halnya dengan sebelumnya, alarm akan berbunyi jika mendapati pengunjung tak bermasker. “Uji coba gate zonasi telah kami lakukan, disamping terlihat lebih baik, kami munculkan nuansa budayanya dengan tambahan patung Bregodo yang memegang alat cek suhu badan di masing-masing gate,” jelasnya.

Sedangkan Walikota Yogya Haryadi suyuti menyatakan, Pemkot Yogyakarta memastikan benar-benar menjaga kondusifitas dengan menghindari kerumunan di seluruh area Kota Yogyakarta selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Guna menghadapi malam pergantian Tahun Baru yang dipastikan tidak terhindarkan dari keramaian, Pemkot Yogyakarta akan menerjunkan petugas keamanan dan memastikan tidak ada pertunjukan di sepanjang Malioboro.

“Jangan buat kerumunan selama libur Nataru di Kota Yogyakarta. Kami akan terjunkan petugas keamanan dan memastikan tidak ada pertunjukan apa pun di sepanjang Malioboro saat malam pergantian tahun. Silakan kalau hanya berjalan-jalan menikmati suasana Malioboro, tetapi harus disiplin protokol kesehatan Covid-19,” kata Haryadi Suyuti.

Haryadi menegaskan, jika ada pengujung baik masyarakat atau wisatawan yang melanggar protokol kesehatan seperti berkerumun, tidak memakai masker, tidak jaga jarak dan lainnya akan diminta keluar dari Malioboro. Pemkot Yogyakarta pun menyediakan masker apabila ada pengunjung yang tidak membawa masker sehingga ikut mewujudkan protokol kesehatan di kawasan Malioboro.

“Kita tidak bisa membatasi atau melarang Malioboro dikunjungi, tetapi jagalah protokol kesehatannya. Jangan lupa sesering mungkin cuci tangan memakai sabun karena di Malioboro karena kami akan pastikan wastafel tersedia di setiap titik. Kami imbau masyarakat bisa merayakan tahun baru bersama keluarga di rumah saja guna menghindari kerumunan,” ujarnya.

Pemkot Yogyakarta juga akan melaksanakan Apel Operasi Lilin Progo 2020/2021 pada Senin (28/12/2020) guna mengantisipasi keamanan, kerawanan, teroris tetapi juga penyebaran virus Korona. Seluruh aparat yang bertugas bisa menjaga dan meminimalisir kerumunan khususnya pada malam pergantian tahun nantinya.

“Kami bisanya hanya meminimalisir, jadi pengunjung jangan tersinggung jika ada petugas yang memberikan imbauan atau memperingatkan. Kami mengimbau penyalaan kembang api ditiadakan supaya tidak menimbulkan kerumunan, perayaan Nataru bisa dilakukan lebih senyap dan religius,” tambah Haryadi. (Chaidir)

Comments

comments