Wapres Minta Merger Bank Syariah BUMN Jadi Akar Tumbuhnya Keuangan Syariah

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin/Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin berharap hasil merger  bank syariah BUMN, kelak, dapat dikelola secara profesional, sehingga bisa menjadi akar dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Saya harapkan merger ini harus betul-betul menghasilkan bank besar yang dikelola secara profesional dengan baik, dan bisa menjadi semacam jangkar untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” kata Wapres Ma’ruf Amin dalam sebuah dialog “Merger Bank Syariah BUMN: Angin Segar bagi Keuangan Syariah”, Kamis (3/12).

Dengan digabungkannya tiga bank syariah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tersebut, transaksi syariah berskala besar dapat terakomodasi. 

Wapres juga meminta bank syariah gabungan itu juga dapat menerapkan mekanisme “jemput bola” dalam mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan syariah.

“Kita harapkan juga dia mampu bermain di tingkat global dalam rangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” jelas Wapres Ma’ruf Amin.

Penggabungan bank syariah milik BUMN tersebut diprediksi dapat memiliki aset mencapai Rp200 triliun, sehingga pembiayaan untuk bisnis syariah berskala besar dapat dilayani.

Selama ini bank syariah yang ada di Indonesia paling tinggi berkategori Bank Buku Tiga atau bank dengan modal inti antara Rp5 triliun hingga Rp30 triliun.

“Oleh karena itu, dengan adanya merger bank ini, kita ada lembaga keuangan perbankan yang besar, yang bisa melayani kepentingan bisnis syariah dengan skala besar,” kata Wapres.

Wapres mengatakan, tidak ada kendala dalam proses penggabungan bank syariah Himbara tersebut. 

Saat ini masih berlangsung proses penggabungan karakteristik dari masing-masing bank, yakni BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah.

“Laporan terakhir itu tinggal merapikan, membereskan produk-produk mereka, kontrak-kontrak mereka dengan berbagai pihak itu disinkronkan satu dengan yang lain,” ujar Wapres Ma’ruf Amin. (mad)

Comments

comments