Waspada! Kampanye Hitam Seringkali Diinisiasi oleh Cakada

Ilustrasi Pilkada serentak 2020/Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Niat jahat yang dibangun Calon Kepala Daerah (Cakada) atau para pendukung dengan menebar kampanye hitam berupa fitnah dan pembunuhan karakter di Pilkada Serentak 2020 harus dihindari.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengingatkan mendekati hari H pemungutan suara pilkada, kampanye hitam seringkali sengaja diinisiasi dan dibangun oleh paslon sendiri untuk mewujudkan ambisi memenangi pilkada.

“Mereka menyusup sampai melakukan gerakan bawah tanah supaya membangun paradigma itu,” kata Jerry kepada Acuantoday.com lewat pesan tertulisnya, Senin (12/10).

Melalui jaringannya, para calon cakada berupaya terlibat langsung menyusun kampanye hitam agar rivalnya di pilkada jauh dari simpati masyarakat dan pemilih.

Isunya beragam mulai dari agama, kehidupan pribadi si cakada dan isu-isu lain yang digoreng sedemikian rupa untuk menjatuhkan lawan.

“Agama dipolitisasi sehingga kesakralan agama hilang,” katanya.

Tujuannya, kata Jerry membunuh karakter calon pesaing melalui berita bohong alias hoaks. “Calon bupati ini pernah selingkuh, si b pernah korupsi. Ini pembunuhan karakter. Membunuh karakter seseorang dengan cara-cara yang haram,” sebutnya.

Jerry pun berharap, tidak ada paslon yang menjadi penumpang gelap. Lantaran, ajang Pilkada Serentak bertujuan memilih pemimpin yang bisa menyejahterakan rakyatnya.

“Majulah dengan hati nurani, martabat dan kepentingan baik. Jangan dalam benaknya itu korupsi. Atau jangan-jangan si calon itu bukan hanya pendukungnya yang penumpang gelap, tapi dia sendiri penumpang gelap,” pungkasnya. (rht)

Comments

comments