Waspada Paparan Zat Kimia pada Botol Plastik

Ilustrasi--- Ilustrasi air minum kemasan (pixabay)

Acuantoday.com— Masyarakat agar waspada dengan bahaya paparan zat kimia bisphenol A (BPA) dalam kemasan botol plastik. Sebaiknya botol plastic air minum yang mengandung BPA segera ditarik dari peredaran.

Hal ini disampaikan Arzeti Bilbina Huzaimi, Anggota Komisi IX DPR dalam siaran persnya di Jakarta. “Sebetulnya ini kita harus aware. Pemerintah yang terlibat di dalam tupoksi untuk bicara mengenai bahan yang dipakai untuk penunjang. Apa yang ingin kita lakukan adalah proses menjadi lebih baik. Jadi jangan sampai apa yang kita ingin lakukan membuat produk menjadi baik saja. Tapi jadikanlah produk itu menjadi sehat,” kata mantal model senior ini.

“Kepentingannya adalah untuk kesehatan anak-anak,” kata ibu tiga anak tersebut. Demikian Antara.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa BPA baik dalam bentuk aktif maupun in-aktif mampu menembus plasenta. BPA bebas yang telah menembus plasenta dan mencapai fetus, kebanyakan tetap berada dalam bentuk aktif. Sedangkan bila senyawa yang menembus plasenta adalah bentuk in-aktif maka senyawa tersebut dapat diubah kembali menjadi BPA bentuk aktif.

Fetus mempunyai kemungkinan tertinggi terpapar BPA melalui plasenta. Di dalam rahim, paparan estrogen pada waktu yang tidak tepat dalam kadar yang melebihi atau kurang dari normal dapat menyebabkan efek merugikan terhadap perkembangan berbagai organ dan sistem, termasuk sistem reproduksi, perkembangan otak, kelenjar susu dan sistem imun.

Pakar plastik dari ITB Profesor Ir Akhmad Zainal Abidin M.Sc, Ph.D mengatakan bahwa plastik sebenarnya bisa menjadi solusi kehidupan modern.

Memproduksi plastik ternyata lebih hemat energi dibanding produksi paper bag atau kemasan berbahan dasar lain. Salah satu plastik yang aman adalah PET (polyethylene terephthalate).

Jenis plastik PET dapat ditemukan pada hampir semua botol plastik. Kecuali pada air kemasan galon yang diisi ulang.

Jika memang harus menggunakan botol plastik untuk kemasan air minum, disarankan menghindari kemasan botol plastik yang memiliki kode daur ulang 3 atau 7, terutama jika digunakan untuk anak-anak.

Sedangkan kemasan minum yang aman untuk digunakan, baik sekali pakai maupun berulang kali adalah yang memiliki kode daur ulang bernomor 2,4 yang terbuat dari polyethylene dan kode daur ulang 5 terbuat dari polypropylene atau pilih kode daur ulang No.1 yang terbuat dari PET.

Selain itu cari kemasan plastik yang mencantumkan label BPA-free. Selalu pilih kemasan minum yang transparan, bukannya berwarna atau buram (tak tembus cahaya) meskipun terlihat lebih menarik. ***dian

Comments

comments