Waspadai Kanker Usus Besar, Segeralah Lakukan Skrining

Ilustrasi kanker usus besar--- sumber foto uhhospitals.org

Acuantoday.com— Kanker usus besar terkadang gejalanya tak disadari. Namun jika Anda sering mengalami gangguan pencernaan, seperti diare ataupun sembelit, apalagi buang air besar (BAB) berdarah, maka segera lah ke dokter untuk konsultasi. Bisa jadi itu tanda-tanda awal adanya masalah. Semakin awal diketahui penyebabnya, kalaupun itu tanda kanker usus besar, maka peluang sembuh pun semakin besar.

Kanker usus besar adalah tumor ganas di usus besar. Penyakit ini sering kali berawal dari tumor jinak yang disebut polip. Hingga saat ini apa penyebab kanker usus besar belum diketahui pasti. Namun ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang antara lain, tidak suka makan serat, jarang berolahraga dan merokok.

Mengutip dari webMD, saat ini direkomendasikan agar mulai usia 45 tahun melakukan skrining ada tidaknya tanda-tanda kanker usus besar. Ini lima tahun lebih cepat dari rekomendasi sebelumnya yakni 50 tahun. Skrining dimajukan agar bisa lebih cepat melakukan pertolongan ataupun mecegah kanker usus besar.

Gugus Tugas Layanan Pencegahan AS (USPSTF) saat ini merekomendasikan bahwa orang yang berusia 50 hingga 75 tahun secara teratur diskrining untuk kanker usus besar, salah satu dari sedikit kanker yang dapat dicegah secara langsung.

Tetapi data baru menunjukkan bahwa skrining lebih awal dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa, kata anggota gugus tugas Dr Michael Barry, Direktur Program Informasi Ketetapan Medis di Pusat Ilmu Ketetapan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston. “Kami memiliki data epidemiologi bahwa risiko kanker kolorektal meningkat sebelum usia 50, terutama pada kelompok usia 45 hingga 49 tahun,” kata Barry.

(Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon), atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum). Kanker ini bisa dinamai kanker kolon atau kanker rektum, tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker)

Model komputer menunjukkan bahwa sekitar 25 kematian akibat kanker usus besar dicegah jika melakukan skrining teratur pada usia 50 hingga 75 tahun. Namun jika lebih dini lagi melakukan skrining teratur maka semakin banyak kematian yang bisa dicegah akibat kanker usus besar.

“Orang dengan faktor yang membuat mereka berisiko lebih tinggi – misalnya, riwayat keluarga kanker usus besar yang kuat – mungkin perlu memulai skrining lebih awal, dan harus mendiskusikannya dengan dokter mereka,” ungkap Barry.

Kanker usus besar hampir selalu berkembang dari polip prakanker yang terbentuk di usus besar atau rektum. Tes skrining ini untuk mendeteksi keberadaan polip ini, sehingga dapat diangkat sebelum berubah menjadi kanker.

Kolonoskopi adalah metode skrining kanker usus besar yang paling banyak dikenal, tetapi itu bukan satu-satunya, kata Barry. “Ada serangkaian tes yang dapat mengurangi risiko seseorang meninggal karena kanker kolorektal,” katanya. Misalnya, orang dapat melakukan tes feses untuk mengetahui keberadaan sejumlah kecil darah, yang dapat menunjukkan adanya kanker atau polip.***dian

 

Comments

comments