WHO Tak Rekomendasikan Rapid Test di Transportasi Massal, Ini Kata Menhub

Calon penumpang menyerahkan dokumen hasil tes rapid negatif COVID-19 kepada petugas di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tetap merujuk keputusan Satgas Covid-19 terkait perlunya tes cepat atau rapid test COVID-19 sebagai syarat bertransportasi dengan angkutan massal.

Pernyataan ini disampaikan Kemenhub menanggapi pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa penumpang tidak perlu rapid test ketika akan menggunakan transportasi publik. 

“Memang kembali lagi kami merujuk pada satu lembaga atau kementerian yang lebih punya wewenang, di situ ada Satgas, dalam Satgas ini ada unsur Kementerian Kesehatan,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam diskusi daring yang bertajuk “Panduan Protokol untuk Operasi Bisnis Berkelanjutan: Industri Transportasi Publik” di Jakarta, Kamis (3/9).

Untuk itu, lanjut dia, hingga saat ini Kemenhub masih merujuk pada Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 9 yang mana masih mewajibkan tes cepat dan tes swab/PCR.

Adita menambahkan, pihaknya juga telah mengadakan kajian melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia untuk mengevaluasi apakah syarat atau protokol kesehatan dalam bertransportasi sudah efektif.

“Ada beberapa rekomendasi yang kami sampaikan ke Satgas,” katanya, seperti dilansir Antara.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya masih menggunakan tes cepat hasil nonreaktif sebagai syarat sah seseorang bisa menggunakan moda transportasi umum.

“Kami masih menunggu apa yang nantinya jadi keputusan. Sampai adanya ketentuan baru, kami masih merujuk ketentuan yang ada sekarang,” katanya.

Namun, dia menegaskan kepada operator melakukan pengawasan serta pihaknya berfokus ke penegakan hukum apabila ada oknum-oknum yang melanggar.

“Kami masih akan menerapkan itu di semua moda transportasi, yang terpenting bagaimana ‘monitoring’ dan ‘law enforcement’-nya. Otoritas bandara, opeator bandara dan kereta api juga memastikan semua penumpang memenuhi syarat itu agar tidak ada penularan di transportasi umum,” ujarnya. (adi)

Comments

comments