Yuk Cari Tahu Rahasia Kelezatan Gado-gado Boplo

Gado-gado Boplo--foto dok gado gado boplo

Acuantoday.com— Makanan gado-gado yang terdiri dari berbagai jenis sayur-sayuran dan sauce kacang  sudah begitu dikenal seantero negeri, bahkan hingga ke luar negeri, entah dari mana asalnya. Sebagian menyebut asal Gado-gado dari Betawi dan sudah eksis sejak abad ke-20.

Di Jakarta sendiri, yang namanya pedagang gado-gado bertebaran di segala penjuru. Di gang-gang sempit, di pinggir jalan, banyak gado-gado yang enak rasanya. Bahkan kemudian, gado-gado yang menjadi makanan kegemaran kalangan menengah ke bawah, ‘naik kelas’ masuk ke resto-resto mewah, hotel-hotel mewah yang pengunjungnya adalah kalangan atas.

Ada sejumlah tempat makan gado-gado yang melegenda di Jakarta, salah satunya adalah Gado Gado Boplo. Perjalanan dagangan gado-gado ini cukup menarik. Ny Juliana si pemiliknya mulai berdagang tahun 1970 di gang sempit di bilangan Kebon Sirih, Jakarta. Ibu ini berjualan untuk membantu perekonomian keluarganya. Usahanya sempat beberapa kali pindah tempat sebelum akhirnya mantap di Jl Wahid Hasyim.

Ada cerita sendiri soal nama Boplo yang dipakainya.  “Ketika itu saya memikirkan nama jualan saya, soalnya, kok nggak sreg ya, kalau tidak ada namanya. Kebetulan di dekat sini ada Apotik Boplo, akhirnya munculah nama Gado Gado Boplo,” papar Calvin, anak sulung Ny Juliana.

Pilihan nama itu boleh jadi pas, karena kawasan itu memang dikenal dengan sebutan Kampung Boplo. Konon, sebutan Boplo  diambil dari nama sebuah perusahaan  Belanda yang bernama NV De Bouwploeg, perusahaan realestate yang membangun Nieuw Gondangdia (Gondangdia Baru) yang kemudian berkembang menjadi kawasan Menteng, Jakarta. Oleh lidah masyarakat pribumi Bouwploeg pun disebut Boplo hingga kini.

Dalam perjalanannya, usaha gado-gado ini berkembang pesat. Dari rakyat biasa, public figure hingga para pejabat kerap membeli gado-gado buatannya. Orang membeli pun terpaksa harus mengantri demi mendapat sebungkus gado-gado.

Apa yang membuat Gado Gado Boblo digemari masyarakat?

Ternyata kata Calvin, sang ibunya lah yang meracik bumbu sendiri. Menolak memberi rincian bumbu yang dipakai ibunya, namun Calvin menyebut, salah satunya adalah bumbu utamanya ditambah dengan kacang mede. Perpaduan kacang tanah dan kacang mede itulah yang membuat rasa gado-gadonya berbeda dari yang lain. Inilah yang membuat rasa gado-gado itu menjadi makin lezat.

Usaha semakin berkembang akhirnya membuat Juliana dan anak-anaknya setuju untuk membangun restoran khusus gado-gado di antaranya  di bilangan Jl Dr Satrio, Casablanca, Jakarta Selatan, juga di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Calvin,  usaha Gado Gado Boplo jadi besar bukan karena kurangnya kompetitor untuk makanan sejenis, tapi lebih karena kepandaian membaca pasar, termasuk kemauan dan trend customer yang kerap berubah-ubah. Untuk itu, si pemilik harus pandai-pandai menyesuaikan sehingga tidak tergilas oleh perubahan.

“Kuncinya adalah kita harus knowing customer kita, knowing attitude, knowing mind set mereka. Kalau kita sudah bisa baca, tinggal  sesuaikan,” tutur lulusan  Ekonomi Manajemen Universitas Pancasila ini. ***dian

 

Comments

comments