Yuk Simak, Ini Kebijakan Kesehatan 2021 dan Anggarannya

Ilustrasi - Petugas tenaga kesehatan (nakes) sedang membawa pasien positif virus corona (COVID-19) ke dalam ruang perawatan./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Pemerintah mengarahkan kebijakan kesehatan tahun 2021 dengan sejumlah strategi untuk percepatan pemulihan kesehatan akibat COVID-19.

Kebijakan itu di antaranya, memeratakan sisi suplai, menguatkan koordinasi pusat-daerah dan swasta, serta pengadaan vaksin.

Selain itu, pemerintah juga tetap mengakselerasi penurunan stunting dan program promotif preventif untuk penguatan program generasi unggul.

Tahun 2021, reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dilakukan.

Kesiapan Keamanan Kesehatan atau Health Security Preparedness, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Sabtu (10/10), dilakukan dengan penguatan pencegahan, deteksi dan respon penyakit serta sistem kesehatan yang terintegrasi.

Anggaran kesehatan antara lain akan dialokasikan untuk bantuan iuran JKN bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III sebesar Rp2,4 triliun, bantuan iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN Rp48,8 triliun.

Selanjutnya, antisipasi pengadaan vaksin Covid-19 Rp18 triliun, layanan pengendalian penyakit Tuberculosis (TB) Rp2,8 triliun, Bantuan Operasional Kesehatan Rp10,7 triliun, serta penyediaan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita Rp1,1 triliun.

Selain itu, sebut keterangan Kemenkeu, anggaran juga dialokasikan untuk antisipasi pelaksanaan imunisasi sebesar Rp3,7 triliun, penyediaan obat TB, HIV, AIDS dan vaksin 24 paket Rp2,77 triliun.

Selanjutnya, ntuk pembangunan 971 gedung puskesmas dan pembangunan/rehabilitasi 559 RS Rujukan, sarana dan parasarana laboratorium, litbang, dan PCR Kemenkes Rp1,1 triliun dan BPOM Rp0,1 triliun, prevalensi stunting hingga 21,1% dan perluasan prioritas intervensi pada 360 kota/kabupaten.

Selain di Kemenkes, anggaran kesehatan juga ada dalam Transfer ke Daerah & Dana Desa (TKDD), Belanja Non KL (BUN), serta K/L lain sesuai fungsinya.

“Pemulihan ekonomi tahun 2021 akan sangat bergantung pada penanganan dan perkembangan pandemi Covid-19,” demikian Kemenkeu. (ahm)

Comments

comments