Yukkk Berburu Kuliner Enak ‘Ramah Kantong’

Gado-gado Bobin, Cikini IV Jakarta---foto dian

Acuantoday.com— Jakarta gudangnya kuliner lezat. Itu tidak bisa disangkal. Aneka kuliner Nusantara, kuliner kreatif, hingga kuliner luar negeri ada di sini. Soal harga bisa ‘diatur’. Mau yang ‘murah meriah’ tapi enak juga ada.

Nah salah satu tempat berburu kuliner enak ‘ramah kantong’ adalah di seputaran Cikini Menteng, Jakarta Pusat. Persisnya di Cikini IV Menteng, Jakarta Pusat,  tak jauh dari Stasiun Kereta Cikini,  menyimpan banyak kuliner. Mulai dari gado-gado, asinan betawi, nasi rames hingga lontong cap gomeh. Semuanya dijamin maknyus alias enak banget.

Tapi jangan kaget, tempat-tempat makan itu tampilannya biasa saja. Jauh dari mewah, malah lebih pantas disebut warung atau rumah makan sederhana. Menariknya tempat-tempat makan itu telah berdiri puluhan tahun, bahkan ada yang sudah eksis sejak tahun 60-an.

Gado Gado Bobin di Jl Cikini IV Jakarta—foto istimewa

Dari sekian banyak tempat kulineran di sana, ada beberapa yang cukup terkenal bahkan sering direview dalam acara-acara kuliner televisi. Sebut saja ‘Gado Gado Bonbin’ yang terletak di Jl Cikini IV No 5. Tempatnya biasa saja. Namun rasa makanannya boleh diadu dengan kreasi para chef di hotel bintang.

“Dulu jalan ini namanya Jl Kebon Binatang karena letaknya tak jauh dari Kebon Binatang Cikini sebelum dipindah ke Ragunan, Jakarta Selatan,” jelas Hadi Lingga Wijaya (66), pemilik rumah makan ‘Bonbin’,  beberapa waktu lalu.

Hadi Lingga Wijaya , pemilik rumah makan Gado Gado Bobin

Demi mengenang sejarah kawasan itu, orangtuanya yang merupakan pemilik pertama dari usaha makanan itu, memberinya nama ‘Bonbin’ yang artinya Kebon Binatang. “Kami tinggal di sini sejak 1942, namun mulai buka usaha makanan sejak tahun 1960-an,” tambahnya.

Keterkenalan rumah makan Bonbin di kalangan pencinta kuliner, juga diakui Hadi. Ini berkat promosi dari mulut ke mulut mereka yang telah mencicipi makanan di tempatnya.

Di restorannya menyediakan aneka makan, mulai dari gado-gado, lontong cap gomeh, mie ayam, asinan betawi, dll. Namun yang paling terkenal adalah gado-gadonya yang bumbunya diracik khusus.

Ilustrasi asinan betawi–foto travelounge.co

Razia kelezatan gado-gadonya adalah pada bahan kacang yang digunakan serta pengelolaannya. Tidak seperti kebanyakan gado-gado yang bumbunya diuleg terlebih dahulu, gado-gado Bonbin justru menggunakan bumbu siram.

“Banyak orang yang awalnya kurang suka gado-gado siram. Namun begitu merasakan, mereka jadi ketagihan,” ujar Hadi sembari menyebut kacang tanah kualitas super asal Tuban yang digunakannya.

Yang juga membuat gado-gado itu terasa segar, beda dengan yang lain adalah sayuran yang digunakan. Kalau umumnya para penjual gado-gado hanya sekali masak sayur untuk digunakan sepanjang hari maka gado gado Bonbin justru memasaknya sedikit-sedikit sesuai kebutuhan. “Karena itu sayurannya terasa segar karena selalu baru,” tambahnya.

Ilustrasi lontong cap gomeh–foto travelounge

Selain gado-gado, yang juga disukai orang adalah lontong cap gomeh yang juga dalam banyak review makanan di Jakarta, mendapat poin tinggi. Ini juga, ujarnya, diolah secara khusus berdasarkan resep Oma Lanny, begitu ia menyebut nama mamanya yang jago masak itu.

“Kata orang rasanya beda, lembut dan padat. Ini karena menggunakan beras kualitas nomor satu. Daun pisang yang digunakan untuk membungkus pun dipilih benar. Masaknya lama, bisa sampai 6 jam. Lontongnya dimasak di dalam bungkusan daun pisang. Itu lah yang membuat rasanya berbeda,” jelas Hadi panjang lebar.***dian

Comments

comments