Zona Merah Daerah Penyelenggara Pilkada Berkurang

Ilustrasi - Peta sebaran virus corona atau COVID-19. Satgas COVID-19, Jumat (2/10) mengungkapkan zona merah penyebaran COVID-19 yang menyelenggarakan pilkada serentak 2020 makin berkurang. Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Penyebaran virus corona atau COVID-19 di daerah-daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak 2020 melambat.

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengungkapkan data yang dihimpun lembaganya hingga per 27 September 2020 menunjukkan zona merah di kabupaten/kota yang mengadakan pilkada berkurang sementara daerah yang tidak mengadakannya malah bertambah.

Pada 6 September data Satgas memperlihatkan sebanyak 45 kabupaten/kota masuk zona merah. Tiga minggu kemudian pada 27 September angkanya turun menjadi 29 zona merah.

“Sementara untuk yang tidak ada pilkada, zona merahnya malah naik dari 25 ke 33 kabupaten/kota. Jadi ada juga daerah yang tidak ada pilkada ternyata kasusnya meningkat seperti Aceh dan Jakarta,” kata Doni Monardo pada sosialisasi strategi perubahan perilaku yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara virtual di Jakarta, Jumat (2/10).

Pada Pilkada Serentak 2020, KPU telah menetapkan sebanyak 270 daerah menyelenggarakan pilkada terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Sedangkan untuk di daerah ‘lampu kuning’ atau zona oranye, menunjukkan terjadi penambahan dari 152 menjadi 190 kasus.

“Sementara untuk yang tidak ada pilkada, zona merahnya malah naik dari 25 ke 33 kabupaten/kota. Jadi ada juga daerah yang tidak ada pilkada ternyata kasusnya meningkat seperti Aceh dan Jakarta,” katanya.

Selain itu, dari 205 daerah yang tidak menyelenggarakan pilkada zona oranye tetap konstan berada pada posisi 115 kabupaten/kota jika dibandingkan dari 6 September dengan 27 September. Sementara itu daerah yang masuk zona kuning bertambang dari 42 ke 45.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menegaskan bahwa dari pengalaman itu memperlihatkan bahwa penambahan zona tidak bergantung ada atau tidaknya pilkada.

“Pengalaman kita dalam beberapa minggu terakhir sebenarnya bukan ada atau tidak ada pilkada tetapi komitmen seluruh komponen di daerah untuk bersama-sama mengendalikan COVID-19,” kata Doni.

Karena itu dia meminta seluruh pihak baik unsur masyarakat maupun pemerintah untuk patuh mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah infeksi COVID-19.

Ia menegaskan, masyarakat dan segala pemangku kepentingan lain hanya diminta untuk patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Hal itu tidak sebanding dengan perjuangan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang merawat pasien di rumah sakit.(har)

Comments

comments