Pengangguran di Indonesia menjadi salah satu perhatian dalam perkembangan ekonomi nasional. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran Indonesia pada Mei 2026 mencapai sekitar 7,22 juta orang.
Data tersebut merupakan angka ketenagakerjaan nasional terbaru yang tersedia hingga 10 Agustus 2026. BPS merilis kondisi ketenagakerjaan Mei 2026 pada 5 Agustus 2026 melalui hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).
Dari data tersebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia tercatat sebesar 4,65 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan TPT pada Februari 2026 yang berada di level 4,68 persen.
Jumlah Pengangguran Indonesia Terbaru 2026
BPS mencatat sekitar 7,22 juta orang berada dalam kategori pengangguran pada Mei 2026.
Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai sekitar 148,19 juta orang.
Dengan demikian, sebagian besar penduduk yang masuk dalam angkatan kerja sudah memiliki pekerjaan, meskipun masih terdapat jutaan orang yang belum memperoleh pekerjaan.
BPS mendefinisikan penduduk usia kerja sebagai penduduk berumur 15 tahun ke atas. Jumlah penduduk usia kerja Indonesia terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk.
Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Menjadi 4,65 Persen
Salah satu indikator penting dalam melihat kondisi pengangguran adalah Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT.
Pada Mei 2026, TPT Indonesia berada pada angka 4,65 persen.
Angka tersebut turun tipis dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,68 persen.
Penurunan sebesar 0,03 poin persentase ini menunjukkan adanya perbaikan pada pasar tenaga kerja, meskipun perubahannya relatif kecil.
Artinya, persoalan pengangguran di Indonesia masih menjadi tantangan dan tidak bisa hanya dilihat dari adanya penurunan angka TPT.
Penduduk yang Bekerja Bertambah
Selain mencatat penurunan TPT, data terbaru BPS juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk yang bekerja.
Pada Mei 2026, jumlah penduduk bekerja mencapai sekitar 148,19 juta orang.
Dibandingkan Februari 2026, jumlah tersebut bertambah sekitar 522 ribu orang.
Pertambahan jumlah penduduk yang bekerja menjadi salah satu indikator positif dalam kondisi ketenagakerjaan Indonesia pada pertengahan 2026.
Namun, peningkatan jumlah pekerja juga perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pekerjaan, produktivitas, serta pendapatan tenaga kerja.
Angkatan Kerja Indonesia Mencapai 155,41 Juta Orang
Jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai sekitar 155,41 juta orang.
Angkatan kerja merupakan penduduk usia kerja yang bekerja maupun sedang mencari pekerjaan.
Dibandingkan Februari 2026, jumlah angkatan kerja bertambah sekitar 497 ribu orang.
Kenaikan jumlah angkatan kerja menunjukkan bahwa semakin banyak penduduk yang masuk atau aktif dalam pasar kerja.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena pertambahan jumlah pencari kerja harus diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Baca Juga: 30 Contoh Surat Lamaran Kerja yang Benar dan Profesional
Kenapa Pengangguran Masih Menjadi Masalah?
Meskipun angka pengangguran turun, jumlah sekitar 7,22 juta orang tetap menunjukkan bahwa persoalan lapangan kerja masih cukup besar.
Indonesia memiliki jumlah penduduk usia kerja yang sangat besar. Setiap tahun, lulusan SMA, SMK, perguruan tinggi, maupun masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja ikut masuk ke pasar tenaga kerja.
Jika pertumbuhan kesempatan kerja tidak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja, jumlah pengangguran berpotensi kembali meningkat.
Karena itu, penurunan TPT perlu dilihat bersama indikator ketenagakerjaan lainnya.
Pengangguran Lulusan Sekolah Masih Jadi Perhatian
Salah satu persoalan yang sering muncul dalam pasar kerja Indonesia adalah kesenjangan antara pendidikan dengan kebutuhan industri.
Lulusan baru sering kali membutuhkan waktu untuk mendapatkan pekerjaan karena belum mempunyai pengalaman kerja atau keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Data Sakernas Februari 2026 menunjukkan bahwa lulusan SMK memiliki TPT 7,74 persen, menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya pada periode tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan formal saja belum tentu menjamin seseorang langsung mendapatkan pekerjaan.
Kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri menjadi semakin penting.
Lapangan Kerja dan Sektor Informal
Persoalan ketenagakerjaan Indonesia juga tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengangguran.
Kualitas pekerjaan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Data terbaru yang disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa sekitar 59 persen tenaga kerja Indonesia berada di sektor informal.
Pekerjaan informal memiliki karakteristik yang berbeda dengan pekerjaan formal, terutama dalam hal kepastian pendapatan, perlindungan tenaga kerja, serta jaminan sosial.
Karena itu, keberhasilan menekan pengangguran perlu dibarengi dengan upaya meningkatkan kualitas dan perlindungan pekerja.
Pengangguran di Setiap Provinsi Berbeda
Angka pengangguran nasional tidak menggambarkan kondisi seluruh daerah secara sama.
Data BPS menunjukkan TPT berbeda-beda antarprovinsi.
Pada Februari 2026, misalnya, TPT Jawa Tengah tercatat 4,24 persen, sedangkan Jawa Barat berada pada 6,64 persen.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh struktur ekonomi, industri, karakteristik penduduk, pendidikan, urbanisasi, serta ketersediaan lapangan kerja di masing-masing daerah.
Karena itu, kebijakan mengatasi pengangguran juga perlu disesuaikan dengan kondisi daerah.
Apakah Pengangguran Indonesia Sudah Turun?
Ya, berdasarkan data terbaru BPS, tingkat pengangguran terbuka turun.
TPT Indonesia turun dari 4,68 persen pada Februari 2026 menjadi 4,65 persen pada Mei 2026.
Namun, penurunannya hanya sebesar 0,03 poin persentase.
Karena itu, lebih tepat menyebut kondisi tersebut sebagai penurunan tipis, bukan penurunan besar-besaran.
Jumlah pengangguran yang masih mencapai sekitar 7,22 juta orang menunjukkan bahwa tantangan penciptaan lapangan kerja masih cukup besar.
Kondisi Ekonomi dan Pengangguran
Kondisi pasar tenaga kerja tidak dapat dilepaskan dari perkembangan ekonomi secara keseluruhan.
Ketika aktivitas ekonomi meningkat, perusahaan cenderung membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Sebaliknya, perlambatan ekonomi dapat membuat perusahaan menahan perekrutan atau bahkan melakukan pengurangan tenaga kerja.
Pada kuartal II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Perkembangan ekonomi tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam melihat kondisi ketenagakerjaan pada tahun ini.
Namun, pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti seluruh masyarakat memperoleh pekerjaan. Yang juga penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut menciptakan pekerjaan baru yang produktif dan berkualitas.
Apa Tantangan Pengangguran Indonesia Selanjutnya?
Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengurangi pengangguran.
Pertama, jumlah penduduk usia kerja terus bertambah. Kedua, kompetensi pencari kerja harus mengikuti perubahan kebutuhan industri.
Ketiga, perkembangan teknologi dan otomatisasi membuat beberapa jenis pekerjaan berubah. Di sisi lain, teknologi juga menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan berbeda.
Karena itu, pelatihan kerja, pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta peningkatan keterampilan digital dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kerja.
Penciptaan lapangan kerja juga perlu diarahkan tidak hanya pada jumlah, tetapi pada pekerjaan yang memberikan produktivitas dan pendapatan yang lebih baik.
Data pengangguran Indonesia terbaru per Agustus 2026 menunjukkan sekitar 7,22 juta orang menganggur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,65 persen.
Data tersebut merupakan kondisi ketenagakerjaan Mei 2026, yang menjadi data nasional terbaru yang telah dirilis BPS hingga 10 Agustus 2026.
TPT turun tipis dari 4,68 persen pada Februari 2026 menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi sekitar 148,19 juta orang.
Meski menunjukkan perkembangan positif, angka 7,22 juta pengangguran menegaskan bahwa persoalan lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia.
Ke depan, tantangan bukan hanya menurunkan jumlah pengangguran, tetapi juga menciptakan pekerjaan yang produktif, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja formal, dan memastikan pertumbuhan ekonomi mampu memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat.
FAQ Pengangguran Indonesia 2026
Berapa jumlah pengangguran Indonesia terbaru?
Berdasarkan data terbaru BPS, jumlah pengangguran Indonesia pada Mei 2026 sekitar 7,22 juta orang.
Berapa tingkat pengangguran Indonesia 2026?
Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen.
Apakah pengangguran Indonesia turun?
Ya. TPT turun dari 4,68 persen pada Februari 2026 menjadi 4,65 persen pada Mei 2026.
Berapa jumlah orang yang bekerja di Indonesia?
Pada Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja mencapai sekitar 148,19 juta orang.
Kapan data pengangguran terbaru dirilis?
Data ketenagakerjaan Mei 2026 dirilis BPS pada 5 Agustus 2026 dan merupakan data nasional terbaru yang tersedia per 10 Agustus 2026.
