Last Updated on August 16, 2026 by masel
Sholat merupakan ibadah wajib yang dikerjakan umat Islam lima kali dalam sehari. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah bacaan yang dibaca mulai dari takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, rukuk, i’tidal, sujud, tasyahud hingga salam.
Memahami bacaan sholat lengkap penting agar setiap Muslim dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan lebih baik, terutama bagi seseorang yang sedang belajar sholat.
Artikel ini membahas bacaan sholat dari awal sampai akhir, lengkap dengan tulisan Arab, latin, terjemahan, serta penjelasan singkat kapan bacaan tersebut dibaca.
Daftar Isi
- Urutan Bacaan Sholat
- Niat Sholat
- Takbiratul Ihram
- Doa Iftitah
- Bacaan Al-Fatihah
- Bacaan Rukuk
- Bacaan I’tidal
- Bacaan Sujud
- Doa Duduk di Antara Dua Sujud
- Bacaan Tasyahud Awal
- Bacaan Tasyahud Akhir
- Bacaan Salam
- Urutan Bacaan Sholat dari Awal hingga Akhir
- Perbedaan Bacaan Sholat 5 Waktu
- FAQ Bacaan Sholat
Urutan Bacaan Sholat
Secara umum, urutan bacaan dalam sholat adalah:
Niat → Takbiratul Ihram → Doa Iftitah → Al-Fatihah → Surah → Rukuk → I’tidal → Sujud → Duduk di antara dua sujud → Sujud → berdiri untuk rakaat berikutnya → Tasyahud → Salam.
Tidak semua bacaan dibaca pada setiap rakaat. Misalnya, tasyahud awal hanya terdapat pada sholat yang memiliki lebih dari dua rakaat.
Niat Sholat
Niat merupakan kesengajaan di dalam hati untuk melaksanakan ibadah sholat tertentu karena Allah SWT.
Lafaz niat dapat berbeda sesuai dengan sholat yang hendak dikerjakan.
Untuk contoh lengkapnya, pembaca dapat melihat:
Takbiratul Ihram
Sholat dimulai dengan takbiratul ihram.
Bacaannya:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin:
Allahu Akbar.
Artinya:
“Allah Mahabesar.”
Takbiratul ihram dilakukan ketika memulai sholat.
Doa Iftitah
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah.
Salah satu bacaan yang umum digunakan adalah:
Arab:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin:
Allahu akbaru kabiiraa, walhamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa.
Artinya:
“Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.”
Doa iftitah memiliki beberapa riwayat dan bentuk bacaan yang dikenal dalam praktik umat Islam.
Untuk pembahasan lebih lengkap, arahkan pembaca ke artikel:
6 Doa Iftitah Pendek & Panjang Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Bacaan Al-Fatihah
Setelah doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Ar-rahmaanir-rahiim.
“Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Maaliki yaumiddiin.
“Pemilik hari pembalasan.”
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin.
“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Ihdinash-shiraathal-mustaqiim.
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim.
“Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.”
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Ghairil-maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.
“Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”
Kemudian membaca:
Aamiin.
Bacaan Rukuk
Ketika rukuk, salah satu bacaan yang umum dibaca adalah:
Arab:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Latin:
Subhaana rabbiyal-‘azhiim.
Artinya:
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.”
Bacaan tersebut dibaca ketika berada dalam posisi rukuk.
Bacaan I’tidal
Setelah rukuk, tubuh kembali berdiri dalam posisi i’tidal.
Bacaan ketika bangkit:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Samiallaahu liman hamidah.
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Kemudian:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbanaa wa lakal-hamd.
“Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”
Bacaan Sujud
Ketika sujud, salah satu bacaan yang umum dibaca adalah:
Arab:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Latin:
Subhaana rabbiyal-a’laa.
Artinya:
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”
Sujud merupakan salah satu posisi penting dalam sholat sehingga gerakannya dilakukan dengan tuma’ninah.
Doa Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud pertama, seseorang duduk sebelum melakukan sujud kedua.
Salah satu bacaan yang umum dibaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Rabbighfir lii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya:
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku dan maafkanlah aku.”
Bacaan Tasyahud Awal
Tasyahud awal dilakukan setelah rakaat kedua pada sholat yang memiliki empat rakaat atau tiga rakaat.
Bacaan yang umum digunakan diawali dengan:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ
Latin:
Attahiyyaatul mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah.
“Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan adalah milik Allah.”
Bacaan Tasyahud Akhir
Tasyahud akhir dibaca pada rakaat terakhir sebelum salam.
Bacaannya diawali dengan bacaan tasyahud, kemudian dilanjutkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Salah satu bagian shalawat yang umum dibaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Latin:
Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad.
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”
Setelah tasyahud dan shalawat, seseorang dapat membaca doa sebelum mengakhiri sholat.
Bacaan Salam
Salam menjadi penutup sholat.
Bacaan yang umum:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Latin:
Assalaamu’alaikum warahmatullaah.
Artinya:
“Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”
Salam dilakukan dengan menoleh ke kanan dan kemudian ke kiri.
Urutan Bacaan Sholat dari Awal hingga Akhir
Agar lebih mudah dipahami, berikut urutannya:
1. Niat
↓
2. Takbiratul ihram
↓
3. Doa iftitah
↓
4. Al-Fatihah
↓
5. Surah atau ayat Al-Qur’an
↓
6. Rukuk
↓
7. I’tidal
↓
8. Sujud pertama
↓
9. Duduk di antara dua sujud
↓
10. Sujud kedua
↓
11. Berdiri untuk rakaat berikutnya
↓
12. Tasyahud awal
↓
13. Tasyahud akhir
↓
14. Salam
Dengan memahami urutan tersebut, pembaca dapat mengetahui posisi setiap bacaan dalam rangkaian sholat.
Perbedaan Bacaan Sholat 5 Waktu
Kelima sholat wajib memiliki beberapa perbedaan dalam jumlah rakaat dan cara membaca bacaan tertentu.
| Sholat | Jumlah Rakaat | Bacaan |
|---|---|---|
| Subuh | 2 | Jahr pada dua rakaat ketika berjamaah |
| Dzuhur | 4 | Sirr |
| Ashar | 4 | Sirr |
| Maghrib | 3 | Jahr pada dua rakaat pertama |
| Isya | 4 | Jahr pada dua rakaat pertama |
FAQ Bacaan Sholat
Apa saja bacaan dalam sholat?
Bacaan sholat antara lain niat, takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, bacaan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud dan salam.
Apa bacaan pertama ketika sholat?
Sholat dimulai dengan niat kemudian takbiratul ihram.
Apakah doa iftitah wajib dibaca?
Doa iftitah termasuk bacaan yang dianjurkan dalam sholat dan bukan bagian yang harus dibaca pada setiap kondisi seperti Al-Fatihah.
Apakah Al-Fatihah wajib dibaca?
Al-Fatihah merupakan bacaan penting dalam sholat dan memiliki ketentuan fikih tersendiri, termasuk perbedaan pembahasan antara imam, makmum dan orang yang sholat sendiri.
Apa bacaan ketika rukuk?
Salah satu bacaan yang umum adalah:
Subhaana rabbiyal-‘azhiim.
Apa bacaan ketika sujud?
Salah satu bacaan yang umum adalah:
Subhaana rabbiyal-a’laa.
Apa bacaan setelah rukuk?
Bacaan i’tidal antara lain:
Samiallaahu liman hamidah
dan
Rabbanaa wa lakal-hamd.
Apa bacaan penutup sholat?
Sholat diakhiri dengan salam:
Assalaamu’alaikum warahmatullaah.
Memahami bacaan sholat lengkap membantu seseorang mengetahui apa yang dibaca dalam setiap tahapan sholat, mulai dari takbiratul ihram hingga salam.
Selain menghafalkan bacaannya, penting untuk memahami posisi setiap bacaan dan melakukan seluruh gerakan dengan tenang serta tuma’ninah.
Karena terdapat perbedaan bacaan dalam beberapa riwayat dan perbedaan pendapat dalam masalah fikih tertentu, pembaca sebaiknya mengikuti tuntunan yang bersumber dari guru atau rujukan keislaman yang dipercaya.
