Last Updated on August 16, 2026 by masel
Sholat Dzuhur merupakan salah satu dari lima sholat wajib yang dilaksanakan umat Islam setiap hari. Sholat ini terdiri dari empat rakaat dan dikerjakan ketika matahari mulai bergeser dari titik tengah langit hingga masuk waktu Asar.
Dibandingkan sholat Maghrib dan Subuh, waktu Dzuhur berada pada siang hari sehingga sering bertepatan dengan aktivitas kerja, sekolah, maupun kegiatan sehari-hari lainnya. Karena itu, mengetahui waktu dan tata cara sholat Dzuhur penting agar kewajiban ini tetap dapat dilaksanakan tepat waktu.
Lalu, sholat Dzuhur berapa rakaat? Bagaimana niat sholat Dzuhur? Kapan waktu pelaksanaannya? Apakah bacaan imam dikeraskan?
Berikut panduan lengkap sholat Dzuhur yang bisa menjadi referensi.
Daftar Isi
- Sholat Dzuhur Berapa Rakaat?
- Waktu Sholat Dzuhur
- Niat Sholat Dzuhur
- Tata Cara Sholat Dzuhur
- Bacaan Sholat Dzuhur
- Sholat Dzuhur Berjamaah
- Kesalahan yang Perlu Dihindari
- FAQ Sholat Dzuhur
Sholat Dzuhur Berapa Rakaat?
Sholat Dzuhur terdiri dari empat rakaat dan termasuk sholat fardu atau wajib.
Pelaksanaannya terdiri dari dua rakaat pertama, kemudian dilanjutkan dengan tasyahud awal, dua rakaat berikutnya, dan diakhiri dengan tasyahud akhir sebelum salam.
Berbeda dengan Maghrib, Isya, dan Subuh dalam hal waktu dan jumlah rakaat, sholat Dzuhur memiliki empat rakaat dan seluruh bacaannya dilakukan dengan suara pelan (sirr) dalam pelaksanaan normal.
Waktu Sholat Dzuhur
Waktu sholat Dzuhur dimulai setelah matahari tergelincir dari titik tengah langit atau masuk waktu zawal. Waktu tersebut berlangsung hingga masuknya waktu Asar.
Jam pelaksanaan sholat Dzuhur berbeda-beda menurut lokasi dan tanggal. Karena itu, waktu Dzuhur sebaiknya mengikuti jadwal sholat yang sesuai dengan wilayah masing-masing.
Bagi umat Islam yang sedang bekerja atau beraktivitas di luar rumah, mengetahui jadwal Dzuhur dapat membantu mengatur kegiatan agar tetap dapat melaksanakan sholat pada waktunya.
Niat Sholat Dzuhur
Niat merupakan kesengajaan di dalam hati untuk melaksanakan sholat tertentu karena Allah. Berikut lafaz niat sholat Dzuhur yang umum digunakan dalam pembelajaran fikih.
Niat Sholat Dzuhur Sendiri
Arab:
نَوَيْتُ أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii fardhazh-zhuhri arba’a raka’aatiin mustaqbilal-qiblati adaa-an lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat melaksanakan sholat fardu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Dzuhur sebagai Makmum
Arab:
نَوَيْتُ أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii fardhazh-zhuhri arba’a raka’aatiin ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat melaksanakan sholat fardu Dzuhur empat rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Dzuhur sebagai Imam
Arab:
نَوَيْتُ أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii fardhazh-zhuhri arba’a raka’aatiin imaaman lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat melaksanakan sholat fardu Dzuhur empat rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Lafaz tersebut merupakan formulasi niat yang umum digunakan. Inti niat tetap berada di dalam hati ketika seseorang hendak melaksanakan sholat.
Tata Cara Sholat Dzuhur
Sholat Dzuhur terdiri dari empat rakaat. Berikut urutan pelaksanaannya secara umum.
Rakaat Pertama
- Berdiri menghadap kiblat.
- Menghadirkan niat sholat Dzuhur di dalam hati.
- Melakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.
- Membaca doa iftitah jika memilih untuk membacanya.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah atau beberapa ayat Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk dengan tuma’ninah.
- Bangkit dan melakukan i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua.
Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua:
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah atau beberapa ayat Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk.
- Melakukan i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
- Duduk untuk tasyahud awal.
- Berdiri melanjutkan rakaat ketiga.
Rakaat Ketiga
Pada rakaat ketiga:
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Melakukan rukuk.
- Melakukan i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat keempat.
Dalam praktik umum, setelah Al-Fatihah pada rakaat ketiga tidak perlu menambahkan surah sebagaimana pada dua rakaat pertama.
Rakaat Keempat
Pada rakaat keempat:
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Melakukan rukuk.
- Melakukan i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
- Duduk untuk tasyahud akhir.
- Membaca tasyahud akhir dan shalawat.
- Mengakhiri sholat dengan salam.
Semua gerakan tersebut dilakukan dengan tuma’ninah dan mengikuti ketentuan fikih yang menjadi rujukan.
Bacaan Sholat Dzuhur
Secara umum, bacaan dalam sholat Dzuhur meliputi:
- Takbiratul ihram
- Doa iftitah
- Surah Al-Fatihah
- Surah atau ayat Al-Qur’an
- Bacaan rukuk
- Bacaan i’tidal
- Bacaan sujud
- Bacaan duduk di antara dua sujud
- Tasyahud awal
- Tasyahud akhir
- Shalawat
- Salam
Salah satu ciri sholat Dzuhur adalah bacaan dilakukan dengan suara pelan (sirr) dalam pelaksanaan normal, termasuk ketika dikerjakan secara berjamaah.
Sholat Dzuhur Berjamaah
Sholat Dzuhur dapat dilaksanakan secara berjamaah dengan imam dan makmum.
Dalam sholat berjamaah:
- Imam berdiri di depan dan makmum berada di belakangnya.
- Imam dan makmum berniat melaksanakan sholat Dzuhur.
- Makmum mengikuti gerakan imam.
- Makmum tidak mendahului imam dalam rukuk, sujud, maupun gerakan lainnya.
- Bacaan imam pada sholat Dzuhur dilakukan dengan suara pelan.
- Setelah rakaat kedua, imam dan makmum melakukan tasyahud awal.
- Setelah rakaat keempat, dilanjutkan dengan tasyahud akhir.
- Sholat diakhiri dengan salam.
Apakah Imam Sholat Dzuhur Membaca dengan Suara Keras?
Tidak. Dalam pelaksanaan normal, sholat Dzuhur termasuk sholat yang bacaannya dilakukan secara sirr atau pelan.
Hal ini berbeda dengan Maghrib, Isya, dan Subuh yang memiliki bacaan jahr pada rakaat tertentu ketika dilaksanakan berjamaah.
Perbedaan Sholat Dzuhur dan Sholat Asar
Sholat Dzuhur dan Asar sama-sama terdiri dari empat rakaat dan bacaannya dilakukan secara pelan dalam pelaksanaan normal.
Perbedaan utamanya terletak pada waktu pelaksanaannya.
Sholat Dzuhur dikerjakan setelah matahari tergelincir hingga masuk waktu Asar, sedangkan sholat Asar dilaksanakan setelah masuk waktunya hingga menjelang matahari terbenam.
Karena keduanya berurutan, umat Islam perlu memperhatikan jadwal sholat agar tidak keliru menentukan waktunya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
1. Tidak Memperhatikan Waktu
Jangan hanya mengandalkan perkiraan jam karena waktu Dzuhur dapat berbeda berdasarkan lokasi dan tanggal.
2. Terburu-buru
Setiap gerakan sholat perlu dilakukan dengan tuma’ninah. Jangan mempercepat rukuk, i’tidal, sujud, maupun duduk di antara dua sujud.
3. Mendahului Imam
Makmum harus mengikuti imam dan tidak mendahului gerakan imam dalam sholat berjamaah.
4. Lupa Tasyahud Awal
Sholat Dzuhur memiliki empat rakaat sehingga setelah rakaat kedua terdapat tasyahud awal sebelum berdiri menuju rakaat ketiga.
5. Tidak Memperhatikan Kesucian
Pastikan sudah bersuci sesuai ketentuan sebelum melaksanakan sholat serta memperhatikan kesucian badan, pakaian, dan tempat sholat.
Baca Juga: Bacaan Sholat Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Urutan dari Takbir hingga Salam
FAQ Sholat Dzuhur
Sholat Dzuhur berapa rakaat?
Sholat Dzuhur terdiri dari empat rakaat.
Kapan waktu sholat Dzuhur?
Waktu Dzuhur dimulai setelah matahari tergelincir dari titik tengah langit dan berakhir ketika masuk waktu Asar.
Apakah sholat Dzuhur wajib?
Ya. Sholat Dzuhur merupakan salah satu dari lima sholat fardu yang wajib dilaksanakan.
Apakah sholat Dzuhur boleh dilakukan sendiri?
Ya. Sholat Dzuhur dapat dilakukan sendiri maupun secara berjamaah.
Apakah imam mengeraskan bacaan saat sholat Dzuhur?
Dalam pelaksanaan normal, bacaan sholat Dzuhur dilakukan dengan suara pelan (sirr).
Apakah sholat Dzuhur memiliki tasyahud awal?
Ya. Setelah rakaat kedua, dilaksanakan tasyahud awal sebelum melanjutkan rakaat ketiga.
Apakah setelah Al-Fatihah harus membaca surah pada semua rakaat?
Dalam praktik umum, surah atau beberapa ayat Al-Qur’an dibaca setelah Al-Fatihah pada dua rakaat pertama. Pada rakaat ketiga dan keempat, umumnya cukup membaca Al-Fatihah.
Apa perbedaan sholat Dzuhur dan Asar?
Keduanya sama-sama terdiri dari empat rakaat dan bacaannya dilakukan secara pelan. Perbedaan utamanya adalah waktu pelaksanaan: Dzuhur dilakukan sebelum Asar.
Penutup
Sholat Dzuhur merupakan salah satu dari lima sholat wajib yang terdiri dari empat rakaat. Waktunya dimulai setelah matahari tergelincir dan berakhir ketika masuk waktu Asar.
Selain mengetahui niat sholat Dzuhur, umat Islam perlu memahami jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, urutan setiap rakaat, bacaan, serta ketentuan ketika melaksanakannya secara berjamaah.
Menjaga sholat Dzuhur di tengah kesibukan siang hari merupakan bagian dari upaya menjalankan kewajiban ibadah secara disiplin dan tepat waktu.
Baca Juga:
