Last Updated on August 16, 2026 by masel
Sholat Maghrib adalah salah satu dari lima sholat wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim dalam sehari. Sholat ini terdiri dari tiga rakaat dan dikerjakan setelah matahari terbenam hingga masuknya waktu Isya.
Berbeda dengan sholat Zuhur dan Asar yang dilaksanakan pada siang hingga sore hari, waktu Maghrib datang ketika matahari sudah terbenam. Karena waktu pelaksanaannya relatif singkat, umat Islam dianjurkan untuk segera mempersiapkan diri ketika waktu Maghrib tiba.
Lantas, sholat Maghrib berapa rakaat, bagaimana niatnya, kapan waktu pelaksanaannya, dan bagaimana tata cara sholat Maghrib yang benar? Berikut panduan lengkapnya.
Daftar Isi
- Sholat Maghrib Berapa Rakaat?
- Waktu Sholat Maghrib
- Niat Sholat Maghrib
- Tata Cara Sholat Maghrib
- Keutamaan Sholat Maghrib
- Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Pertanyaan Umum tentang Sholat Maghrib
Sholat Maghrib Berapa Rakaat?
Sholat Maghrib terdiri dari tiga rakaat dan termasuk sholat fardu atau wajib.
Pelaksanaannya dapat dilakukan sendiri maupun secara berjamaah. Dalam pelaksanaan berjamaah, seorang imam memimpin sholat dan makmum mengikuti gerakan imam.
Untuk bacaan yang dikeraskan (jahr), imam mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surah pada dua rakaat pertama sholat Maghrib. Pada rakaat ketiga, bacaan dilakukan dengan suara pelan (sirr).
Waktu Sholat Maghrib
Waktu sholat Maghrib dimulai setelah matahari terbenam dan berakhir ketika cahaya senja telah hilang atau masuk waktu Isya.
Karena waktu Maghrib relatif singkat dibandingkan beberapa sholat wajib lainnya, sebaiknya umat Islam tidak sengaja menunda pelaksanaannya tanpa alasan.
Waktu Maghrib juga berbeda-beda di setiap wilayah dan tanggal. Oleh karena itu, jadwal sholat sebaiknya disesuaikan dengan lokasi masing-masing.
Niat Sholat Maghrib
Niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan sholat. Tempat niat adalah di dalam hati ketika hendak melaksanakan ibadah.
Berikut lafaz niat sholat Maghrib yang umum digunakan.
Niat Sholat Maghrib Sendiri
Arab:
نَوَيْتُ أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii fardhal-maghribi tsalaatsa raka’aatiin mustaqbilal-qiblati adaa-an lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat melaksanakan sholat fardu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Maghrib sebagai Makmum
Arab:
نَوَيْتُ أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii fardhal-maghribi tsalaatsa raka’aatiin ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat melaksanakan sholat fardu Maghrib tiga rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Maghrib sebagai Imam
Arab:
نَوَيْتُ أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii fardhal-maghribi tsalaatsa raka’aatiin imaaman lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat melaksanakan sholat fardu Maghrib tiga rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Perlu dipahami bahwa lafaz niat tersebut merupakan formulasi yang umum diajarkan dalam praktik fikih. Inti niat adalah kesengajaan dalam hati untuk melaksanakan sholat Maghrib sebagai ibadah karena Allah.
Baca Juga: 6 Doa Iftitah Pendek dan Panjang Lengkap Arab, Latin, serta Artinya
Tata Cara Sholat Maghrib
Secara umum, tata cara sholat Maghrib terdiri dari tiga rakaat. Setiap rakaat dilakukan dengan mengikuti rukun dan gerakan sholat secara berurutan.
Berikut panduan tata cara sholat Maghrib yang dapat digunakan sebagai referensi.
Tata Cara Sholat Maghrib Sendiri
Rakaat Pertama
- Berdiri menghadap kiblat dan mempersiapkan diri untuk sholat.
- Berniat sholat Maghrib dalam hati.
- Melakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.
- Meletakkan tangan sesuai tuntunan yang diikuti.
- Membaca doa iftitah jika memilih untuk membacanya.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah atau beberapa ayat Al-Qur’an setelah Al-Fatihah.
- Melakukan rukuk dengan tuma’ninah.
- Bangkit dari rukuk atau i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
- Berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, gerakan sholat dilanjutkan dengan urutan:
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah atau beberapa ayat Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk.
- Melakukan i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
- Duduk untuk tasyahud awal.
Setelah selesai tasyahud awal, berdiri untuk melaksanakan rakaat ketiga.
Rakaat Ketiga
Pada rakaat ketiga:
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Tidak perlu menambahkan surah setelah Al-Fatihah sebagai ketentuan umum.
- Melakukan rukuk.
- Melakukan i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
- Duduk untuk tasyahud akhir.
- Membaca tasyahud akhir dan shalawat.
- Mengakhiri sholat dengan salam ke kanan dan ke kiri.
Hal penting dalam pelaksanaan sholat adalah menjaga tuma’ninah, yaitu melakukan setiap gerakan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Baca Juga: Bacaan Sholat Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Urutan dari Takbir hingga Salam
Tata Cara Sholat Maghrib Berjamaah
Sholat Maghrib juga dapat dilaksanakan secara berjamaah. Dalam sholat berjamaah, makmum mengikuti imam dan tidak mendahului gerakan imam.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Imam dan makmum berniat melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
- Imam berdiri di depan, sedangkan makmum berada di belakangnya.
- Makmum mengikuti takbir dan gerakan imam.
- Imam mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surah pada rakaat pertama dan kedua.
- Pada rakaat ketiga, bacaan dilakukan dengan suara pelan.
- Makmum tidak mendahului imam dalam rukuk, sujud, maupun gerakan lainnya.
- Setelah rakaat ketiga selesai, imam dan makmum melakukan tasyahud akhir.
- Sholat diakhiri dengan salam.
Dalam pelaksanaan berjamaah, yang terpenting adalah menjaga ketertiban dan mengikuti imam sesuai tuntunan sholat berjamaah.
Keutamaan Sholat Maghrib
Sholat Maghrib memiliki kedudukan penting karena termasuk salah satu dari lima sholat wajib dalam sehari.
Beberapa hal yang dapat menjadi pengingat untuk menjaga sholat Maghrib antara lain:
1. Bagian dari Sholat Wajib Lima Waktu
Sholat Maghrib bukan ibadah sunnah, melainkan sholat fardu yang wajib dikerjakan oleh Muslim yang memenuhi kewajiban sholat.
2. Menjadi Penghubung Aktivitas Siang dan Malam
Waktu Maghrib menandai peralihan dari siang menuju malam. Sholat ini menjadi salah satu waktu bagi seorang Muslim untuk berhenti sejenak dari aktivitas dan kembali mengingat Allah.
3. Dapat Dilaksanakan Secara Berjamaah
Sholat Maghrib dapat dikerjakan secara berjamaah di masjid atau tempat yang memenuhi ketentuan sholat berjamaah. Selain menjalankan ibadah, berjamaah juga menjadi sarana mempererat hubungan sesama Muslim.
4. Melatih Kedisiplinan Beribadah
Karena waktu Maghrib relatif singkat, umat Islam perlu memperhatikan masuknya waktu sholat dan segera mempersiapkan diri untuk melaksanakannya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Sholat Maghrib
Beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan ketika melaksanakan sholat Maghrib antara lain:
1. Menunda Sholat Tanpa Alasan
Jangan sengaja menunda sholat hingga mendekati berakhirnya waktu Maghrib. Perhatikan jadwal sholat di wilayah masing-masing.
2. Tergesa-gesa dalam Gerakan
Setiap gerakan sholat perlu dilakukan dengan tuma’ninah. Rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud tidak seharusnya dilakukan secara terburu-buru.
3. Tidak Mengikuti Imam dengan Benar
Dalam sholat berjamaah, makmum hendaknya mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya.
4. Lupa Tasyahud Awal atau Akhir
Tasyahud merupakan bagian penting dalam sholat. Pelaksanaannya perlu diperhatikan sesuai tuntunan dan mazhab fikih yang diikuti.
5. Tidak Memperhatikan Kesucian
Sebelum sholat, pastikan badan, pakaian, dan tempat sholat dalam keadaan suci serta sudah berwudhu atau melakukan bersuci sesuai ketentuan.
Pertanyaan Umum tentang Sholat Maghrib
Sholat Maghrib berapa rakaat?
Sholat Maghrib terdiri dari tiga rakaat.
Kapan waktu sholat Maghrib dimulai?
Waktu Maghrib dimulai setelah matahari terbenam. Waktu tersebut berakhir ketika masuk waktu Isya.
Apakah sholat Maghrib boleh dilakukan sendiri?
Ya. Sholat Maghrib dapat dilakukan sendiri apabila seseorang tidak melaksanakan sholat secara berjamaah.
Apakah sholat Maghrib bisa dilakukan berjamaah?
Bisa. Sholat Maghrib dapat dilaksanakan secara berjamaah dengan imam dan makmum.
Apakah imam mengeraskan bacaan saat sholat Maghrib?
Ya. Dalam pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah, imam mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surah pada dua rakaat pertama. Rakaat ketiga dibaca dengan suara pelan.
Apakah setelah Al-Fatihah harus membaca surah pada setiap rakaat?
Dalam praktik umum, setelah Al-Fatihah dibaca surah atau beberapa ayat Al-Qur’an pada dua rakaat pertama. Pada rakaat ketiga, umumnya cukup membaca Al-Fatihah.
Apakah sholat Maghrib memiliki waktu yang singkat?
Ya. Dibandingkan beberapa waktu sholat wajib lainnya, rentang waktu Maghrib relatif singkat karena berakhir ketika masuk waktu Isya. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperhatikan waktu dan tidak menunda pelaksanaannya.
Penutup
Sholat Maghrib merupakan salah satu dari lima sholat wajib yang dikerjakan setiap hari dan terdiri dari tiga rakaat. Waktunya dimulai setelah matahari terbenam hingga masuk waktu Isya.
Selain memahami niat sholat Maghrib, penting juga untuk mengetahui jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, tata cara setiap rakaat, serta aturan ketika melaksanakannya secara berjamaah.
Dengan memahami tata cara sholat Maghrib dengan baik, diharapkan ibadah dapat dilakukan dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai dengan tuntunan yang diyakini.
Jika terdapat perbedaan bacaan atau tata cara dalam referensi fikih, pembaca sebaiknya mengikuti tuntunan ulama atau mazhab yang menjadi rujukannya.
Baca Juga: Sholat Isya: Niat, Tata Cara, Waktu, dan 4 Rakaat
